Batu Love Garden, Surga Pencinta Bunga dan Aneka Tanaman

Avirista Midaada, Jurnalis · Minggu 27 Desember 2020 10:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 27 408 2334418 batu-love-garden-surga-pencinta-bunga-dan-aneka-tanaman-FngcMZ6UzD.jpg Batu Love Garden (Okezone.com/Avirista)

LIBUR akhir tahun tak ada salahnya menjajal wisata taman bunga beraneka warna ala Batu Love Garden (Baloga). Objek wisata baru yang berlokasi di Jalan Raya Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu ini dikelola oleh Jawa Timur (Jatim) Park Group.

Menyuguhkan sejumlah taman bunga aneka warna dari berbagai negara, pengunjung akan dimanjakan melihat berbagai jenis bunga hias, tanaman buah–buahan, sayur–sayuran, hingga tanaman obat keluarga dari Kota Batu.

Baca juga:  Kaleidoskop 2020: Deretan Objek Wisata Viral Sepanjang 2020, Salah Satunya Habitat Komodo!

Tak hanya bunga–bunga dari Kota Batu saja, sejumlah bunga–bunga unik dari sejumlah daerah dari dalam negeri dan luar negeri juga ada di sini.

Tanaman dan bunga tersebut ditata sedemikian rupa dalam dua konsep, yakni indoor atau dalam ruangan maupun outdoor atau ruang terbuka, dengan menempati luas area total 7 hektare persegi.

 ilustrasi

Batu Love Garden (Okezone.com/Avirista)

Selain aneka jenis bunga, wisata Baloga juga menyuguhkan edukasi hewan–hewan berupa kupu–kupu, lebah, hingga serangga yang berperan dalam perkembangbiakkan bunga–bunga hias.

Direktur Utama Batu Love Garden Isa Mei Wahyuni mengungkapkan, ada lebih dari 600 jenis tanaman yang memanjakan mata pengunjung. Ratusan jenis tanaman ini terdiri dari bunga–bunga tropik, bunga hias, buah–buahan, hingga sayur–sayuran.

“Jadi kita mengangkat seluruh jenis tanaman bunga di Indonesia maupun negara lain, untuk kita tampilkan dalam berbagai macam bentuk, termasuk aneka macam (bunga) topiary, termasuk hamparan beberapa macam zona,” ungkap Isa Mei Wahyuni kepada Okezone beberapa waktu lalu.

Baca juga: Banyuwangi Terapkan Prokes Ketat Berbasis Digital di Lokasi Wisata

Bunga–bunga itu ditata sedemikian rupa di mana untuk indoor, disajikan berbagai bentuk bunga berbentuk artificial, bunga segar hingga bunga kering. Sementara yang berada di outdoor wisatawan dapat menikmati aneka macam jenis bunga dan tanaman hidup lainnya.

“Kalau indoor di gedung eksebisi itu menyajikan aneka macam bentuk artificial, fresh flower maupun dry flower, kalau outdoor semua jenis tanaman hidup. Total kita ada 600 jenis bunga,” ucapnya.

Menurut Isa, bunga–bunga dari luar negeri yang jarang dijumpai di Indonesia juga disuguhkan. Total ada 30 persen bunga diimpor dari luar negeri seperti jenis bunga petunia asal Amerika Serikat.

“Bunganya dari dalam dan luar negeri ada 30 persen jenis luar negeri, yang dari luar itu petunia dari Amerika Serikat,” kata Isa.

Baca juga:  Sri Lanka Buka Penerbangan International, Siap Terima Wisatawan Asing

Selain ragam aneka bunga dan tanaman, Baloga disebut Isa juga menyuguhkan edukasi rumah kupu - kupu yang menjadi bagian dari perkembangbiakkan bunga. Pengunjung juga dapat berinteraksi dengan hewan – hewan lainnya seperti lebah yang menghasilkan madu.

“Kita ada edukasi mengenai tanaman bagaimana cara menanam hidroponik, ada juga sejenis atraksi dan berinteraksi seperti tadi (berinteraksi dengan lebah, kupu – kupu, kelabang), itu di tempat lain yang belum ada,” terangnya.

Tak ketinggalan pengenalan berbagai macam tanaman herbal untuk obat–obatan, buah–buahan, dan sayur–sayuran juga menjadi bagian dari objek wisata Batu Love Garden (Baloga) ini.

“Wahana ada rumah kupu, toga (tanaman obat keluarga), kafe herbal. Kemudian ada di bawah, ada jeruk, aneka tanaman jeruk, ada green house belalang, tanaman hidroponik, aquaponik,” bebernya.

Bagi wisatawan yang ingin memanjakan melihat bunga aneka warna, Batu Love Garden bisa menjadi suguhan alternatif menikmati libur akhir tahun.

Baloga sendiri buka setiap hari dari pukul 08.30 – 16.30 WIB dengan harga tiket masuk saat weekday atau hari biasa Rp 60 ribu dan Rp 80 ribu untuk akhir pekan atau hari libur panjang.

 ilustrasi

Salah seorang wisatawan asal Trenggalek Endah Kurniawati menyatakan, konsep wisata taman bunga memang sebelumnya telah ada di Kota Batu. Namun mengusung interaksi antara pengunjung dan aneka ragamnya jenis bunga menjadikan ia tertarik berkunjung ke lokasi.

"Di sini jenis bunganya banyak baik dari dalam negeri, bahkan ada yang dari luar negeri. Paling penting juga di lokasi protokol kesehatannya juga diperhatikan. Kita lihat pengelola setiap saat mengingatkan untuk patuh protokol kesehatan Covid-19, itu yang membuat merasa nyaman," tuturnya.

Namun meski telah buka untuk umum sejak 19 Desember 2020, sebenarnya Baloga sendiri belum sepenuhnya rampung. Sejumlah spot wahana masih dalam proses pengerjaan, hal ini pula yang diakui pengelola Baloga sendiri. Rencananya penyelesaian akan berlangsung selama sebulan ke depan.

“Saat ini kami masih proses pengerjaan, sudah 85 persen prosesnya. Rencananya satu bulan ke depan sudah menyajikan secara sempurna ke pengunjung,” tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini