Penampakan Restoran Cepat Saji Favorit Penduduk Romawi Kuno, Usianya 2.000 Tahun

Salsabila Jihan, Jurnalis · Senin 28 Desember 2020 11:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 28 406 2334828 penampakan-restoran-cepat-saji-favorit-penduduk-romawi-kuno-usianya-2-000-tahun-4Vkk3NdIJU.jpg Situs restoran cepat saji berusia 2.000 tahun. (Foto: Luigi Spina)

SEBUAH restoran cepat saji di Pompeii, Italia telah digali, membantu mengungkap hidangan populer bagi warga kota Romawi Kuno yang suka makan di luar. Situs tersebut usianya sudah 2.000 tahun.

Kepala Taman Arkeologi Pompeii, Massimo Osanna mengatakan, sekira 80 makanan cepat saji telah ditemukan di Pompeii. Ini adalah kali pertamanya restoran cepat saji yang menghidangkan makanan dan minuman, yang dikenal sebagai termopoliun, ditemukan.

Pompeii hancur oleh letusan Gunung Vesuvius yang letaknya dekat dengan Napoli. Sebagian besar kota kuno ini belum digali. Situs ini merupakan salah satu tempat wisata terpopuler di Italia.

Sebagian kios makanan cepat saji digali pada 2019 untuk menggali reruntuhan Pompeii. Sejak itu, para arkeolog terus menggali dan menemukan beberapa wadah tembikar yang ditanam di dalam meja.

Meja tersebut menampung wadah tembikar untuk makanan panas, namun tidak seperti wadah sup yang ada di zaman modern. Ahli tumbuhan dan hewan masih menganalisis sisa-sisa dari reruntuhan tersebut.

Baca Juga:  Menu Kuliner Korea yang Paling Disukai Traveler

restoran

Lukisan dinding sesosok bidadari bawah laut yang menunggangi kuda, gambar dua ekor bebek mallard yang digantung terbalik dan seekor ayam jantan yang bulunya dicat dengan warna merah khas Pompeiian juga mencerahkan restoran tersebut yang diperkirakan untuk mengiklankan menu mereka.

Lukisan dinding lainnya menggambarkan seekor anjing yang diikat dengan tali, tetapi tidak seperti pengikat untuk hewan peliharaan di era modern. Grafiti vulgar terukir juga di lukisan itu.

Dilansir USA Today, Valeria Amoretti, staf antropolog Pompeii, mengatakan, "Analisis awal kami menunjukan bahwa gambar yang dilukis, mewakili makanan dan minuman yang dijual di sana."

Dalam pernyataannya, ditemukan juga pecahan tulang bebek serta sisa-sisa kambing, babi, ikan, dan siput dalam pot gerabah. Salah satu wadah juga ditemukan jejak kacang fava tanah, yang pada zaman kuno digunakan untuk memberi rasa dan mencerahkan warna anggur, kata Amoretti.

"Kami tahu apa yang mereka makan hari itu," kata Osanna, merujuk pada hari kehancuran Pompeii pada 79 M.

"Makanan yang tersisa menunjukkan apa yang populer di kalangan masyarakat sekitar," lanjut Osanna kepada TV pemerintah Rai.

Baca Juga: Berkunjung ke Restoran Antik di Jakarta, Ada Wayang hingga Sepeda Onthel

Satu penemuan yang mengejutkan adalah kerangka lengkap seekor anjing.

Penemuan ini menarik minat para ekskavator karena itu bukan hanya anjing besar dan berotot seperti yang dilukis di meja, tetapi lebih kecil dari seekor anjing dewasa, yang tingginya setinggi 8 hingga 10 inci, kata Amoretti.

"Agak jarang menemukan sisa-sisa anjing kecil seperti itu dari zaman kuno," tambah Amoretti.

Penemuan ini menjadi saksi peradaban kuno. Selain itu, arkeolog juga menemukan sendok perunggu, sembilan amphora, yang merupakan wadah makanan populer di zaman Romawi, sepasang termos dan wadah minyak dari keramik.

Pemilik restoran yang sukses itu tahu bahwa lokasi yang bagus sangat berpengaruh dan ia sepertinya telah menemukan tempat yang bagus. Osanna mencatat bahwa tepat di luar restoran itu ada sebuah alun-alun kecil dengan air mancur, dengan thermopolium lain di sekitarnya.

Kerangka manusia juga ditemukan dalam penggalian restoran tersebut. Tulang-tulang itu tampaknya terganggu sekitar abad ke-17 selama penggalian rahasia oleh pencuri yang mencari barang berharga, kata pihak berwenang Pompeii.

Baca Juga: Nikmati Hari Libur Nasional 2020, 4 Kafe di Jakarta Utara Ini Siap Manjakan Kamu

Beberapa tulang adalah milik seorang pria yang ketika gunung berapi Vesuvius meletus, ia sedang terbaring di tempat tidur atau dipan karena paku dan sisa potongan kayu ditemukan di bawah tubuhnya, kata pihak berwenang.

Sisa-sisa manusia lainnya ditemukan di dalam salah satu meja, kemungkinan ditempatkan di sana oleh ekskavator berabad-abad yang lalu.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini