WNA Dilarang Masuk ke Indonesia Per 1 Januari 2021, Apa Dampaknya ke Pariwisata?

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 29 Desember 2020 09:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 28 406 2335231 wna-dilarang-masuk-ke-indonesia-per-1-januari-2021-apa-dampaknya-ke-pariwisata-36ClVqgChB.jpg Wisata Bedugul Bali (Instagram @liburanbali)

PEMERINTAH Indonesia menutup pintu masuk bagi seluruh warga negara asing (WNA) mulai 1 hingga 14 Januari 2021, untuk antisipasi varian baru virus penyebab COVID-19. Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) menilai kebijakan ini berdampak negatif ke sektor pariwisata.

"Kebijakan apapun yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pasti niatannya baik. Pasti ada dampak positif dan negatif,” kata Nunung Rusmiati, Ketua Umum ASITA kepada Okezone menanggapi larangan masuk WNA oleh pemerintah, Senin 28 Desember 2020.

 Baca juga: Mulai 1 Januari 2021, Indonesia Tutup Pintu Masuk Warga Asing dari Semua Negara

Menurutnya, sisi positif dari kebijakan tersebut adalah bisa meminimalisasi potensi masuknya varian virus baru corona yang disebut menular lebih cepat tersebut ke Indonesia. Lalu negatifnya apa?

“Negatifnya tentu akan memengaruhi kondisi perekonomian dan pariwisata kita," ujar Rusmiati.

Kemenparekraf sebenarnya sedang mempersiapkan diri menerima kembali wisatawan mancanegara dengan sejumlah persyarakat ketat. Bali bahkan lagi disiapkan sebagai destinasi yang bakal dibuka kembali untuk turis asing.

Namun, kemunculan varian virus baru corona di Inggris memperpanjang masa penutupan pariwisata untuk wisatawan mancanegara.

Baca juga: Ingin Traveling Menjelang Tahun Baru? Baca Dulu News RCTI+ 

ASITA telah menyiapkan sejumlah strategi dalam upaya membangkitkan kembali pariwisata Indonesia. Salah satunya menggencarkan promosi untuk menggaet lagi wisatawan mancanegara berkunjung ke Tanah Air.

Pada September 2020, ASITA berkunjung ke Turki untuk mempelajari treatmen pemerintah setempat dalam memulihkan pariwisatanya. Turki yang selama masa new normal memberikan kebebasan kepada wisatawan asing, tiba-tiba mengalami peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 yang sangat signifikan.

Mengutip Businessworld.in, pada 8 Desember 2020, Turki mencatat rekor kasus Covid-19 terbesar hingga menyentuh angka 33.198 per hari.

Menurut Rusmiati, pengalaman Turki menimbulkan kekhawatiran bagi para pelaku usaha pariwisata.

"September lalu, Turki itu bebas banget. Lalu jumlah kasusnya meningkat tajam. Jadi saya mendukung jika pemerintah memutuskan untuk menutup pintu masuk WNA untuk sementara," kata Rusmiati.

 Virus corona

"Sebetulnya Januari nanti merupakan Anniversary ASITA yang ke-50 tahun. Dan kami sudah menyiapkan sejumlah strategi untuk menandakan awal bangkitnya pariwisata Indonesia. Namun karena adanya kebijakan ini, kami akan menyiapkan lagi strategi baru dalam 2 minggu ini. Jadi setelah dibuka kita bisa langsung kita tancap gas," tandasnya. (sal)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini