Wisata Danau Tambing di Poso Masih Ditutup Imbas Serangan Teroris

Antara, Jurnalis · Senin 28 Desember 2020 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 28 408 2334831 wisata-danau-tambing-di-poso-masih-ditutup-imbas-serangan-teroris-ZebjbLfuQu.jpg Danau Tambing di Desa Sedoa, Lore Utara, Poso, Sulawesi Tengah (Antara)

TAMAN Nasional Lore Lindu (TNLL) selaku pengelola destinasi wisata Danau Tambing di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah hingga kini masih menutup lokasi itu dari kunjungan wisatawan.

"Sampai batas waktu belum ditentukan, kami tidak menerima kunjungan wisatawan," kata Koordinator penanggung jawab obyek wisata Danau Tambing, Asdin di Palu, Senin (28/12/2020).

Baca juga:  7 Wisata Sumba Punya Pemandangan Eksotis, Anang-Ashanty Aja Kepincut

Ia mengatakan pihaknya terpaksa menutup sementara lokasi wisata tersebut menyusul adanya serangan kelompok teroris terhadap warga transmigrasi di Dusun Lewono, Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi beberapa waktu lalu yang mengakibatkan empat orang tewas dan sejumlah rumah dibakar.

Dari peristiwa itu, Balai Besar TNLL atas kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menutup sementara obyek wisata yang selama ini banyak dikunjungi wisatawan.

Baca juga: Tahun Baru 2021, Ridwan Kamil Larang Warga Jabar Lakukan 3 Hal Ini 

Langkah itu guna mendukung operasi gabungan TNI-Polri dalam upaya mengejar para anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Selama obyek wisata ditutup, pihaknya juga mendapat bantuan sejumlah tenaga pengamanan dari aparat Koramil dan juga Polsek Lore Utara.

"Tapi mereka hanya sampai 31 Desember 2020," kata dia.

Obyek wisata Danau Tambing berada pada ketinggian 1.700 meter dari permukaan laut dan menjadi destinasi paling banyak dikunjungi wisatawan, termasuk mancanegara.

Selain danau yang indah, juga merupakan tempat pengamatan burung dan rata-rata wisatawan mancenegara yang datang hanya ingin melihat burung.

Di kawasan itu ada sekitar 270 jenis burung dan 30 persen diantaranya satwa endemik.

Juga terdapat tumbuhan anggrek, kayu leda (khas), kantong semar pandan hutan dan berbagai jenis warna warni kupu-kupu membuat setiap pengunjung terpesona melihatnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini