Liburan ke Situbondo, Intip Hutan Mangrove Habitat Burung Blekok Eksotis

Ika Widi Oktavina, Jurnalis · Senin 28 Desember 2020 19:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 28 408 2334886 liburan-ke-situbondo-intip-hutan-mangrove-habitat-burung-blekok-eksotis-Hao20RCT1a.jpg Hutan Mangrove Situbondo. (Foto: YouTube Lintas iNews)

SITUBONDO, Jawa Timur memiliki destinasi alam berupa hutan mangrove sekaligus habitat bagi banyak satwa eksotis. Dulunya merupakan kawasan kumuh dan pembuangan sampah kini jadi tempat wisata bernama Kampung Blekok.

Wisata berbasis lingkungan konservasi ini terletak di Dusun Pesisir, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo.

Selain sebagai ekowisata, hutan mangrove juga bermanfaat untuk keseimbangan alam. Apalagi daerah berjuluk Afrikaanse Van Java ini memiliki garis pantai terpanjang di Jawa.

Baca Juga: Tempat Wisata Alternatif Selain Puncak Bogor untuk Warnai Libur Tahun Baru

Pengunjung yang datang akan dimanjakan dengan belantara mangrove dan langit biru berhias burung blekok. Mereka terbang bebas atau sekadar bertengger di puncak pohon bersama koloninya. Ada juga yang mencari mangsa seperti serangga, ikan atau kepiting.

Selain alam terbuka, kawanan burung blekok menjadi salah satu daya tarik wisatawan. Di sini juga ada penangkaran burung pantai untuk merawat yang sakit dan jika sembuh burung akan kembali dilepas liarkan.

Sedikitnya terdapat 15 jenis burung pantai dan burung air, mulai dari blekok sawah yang mendominasi, jenis aggregate, trinil, hingga beragam jenis burung pantai yang langka. Bahkan, sepekan terakhir burung migrasi dari Australia pun ikut bersarang di sini.

Pengunjung menikmati hutan mangrove dengan tracking di jalur kayu sepanjang lebih dari 500 meter kemudian menyaksikan sunset dari menara pandang setinggi 20 meter.

"Suasananya bernuansa alam banget gitu. Jadi di sini kita bisa menunggu senja, terus kita bisa berlalu lalang di lorong jalan yang penuh dengan mangrove," ujar Selvy, seorang pengunjung, dikutip dari YouTube Lintas iNews, Senin (28/12/2020).

Kampung Blekok Situbondo semula merupakan kawasan kumuh. Tempat ini bahkan menjadi tempat pembuangan kotoran sapi dan sampah. Sekarang, dengan pengelolaan dan konservasi yang tepat, area ini siap menjadi destinasi wisata yang menarik hati.

"Karena inisiatif dari pemerintah yang peduli akan wisata dan ekosistem, sehingga saat ini Kampung Blekok sendiri sudah meraih peringkat satu se-Jawa Timur dalam penganugrahan wisata alam," ujar Dimas, seorang penggiat wisata alam.

Baca Juga: Bukan Nepal, Objek Wisata yang Viral Ini Ternyata Ada di Magelang

Siapa sangka wisata mangrove yang sempat diejek sebagai wisata kampungan kini semakin viral. Berbagai sudutnya terbilang instagramable hingga mampu menarik wisatawan berbagai kalangan.

Pemerintah pun menjadikan kawasan ini sebagai kawasan konservasi untuk wisata edukasi, karena menjadi habitat enam jenis mangrove sejati dan belasan jenis burung air.

Kawasan Kampung Blekok memang buka selama 24 jam, namun waktu yang tepat adalah pagi hari pukul 05.00 WIB dan pukul 17.00 WIB. Anda akan menyaksikan burung-burung pergi mencari makan dan pulang ke sangkar saat senja.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini