Ini Penyebab Kawasan Wisata Puncak Bogor Sering Macet

Komaruddin Bagja, Jurnalis · Selasa 29 Desember 2020 18:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 29 406 2335857 ini-penyebab-kawasan-wisata-puncak-bogor-sering-macet-wXRAkh26qy.jpg Kemacetan di Jalur Puncak, Bogor (Antara/Yulius)

KAWASAN wisata Puncak Bogor, Jawa Barat menjadi primadona bagi wisatawan terutama dari Jabodetabek dalam menghabiskan liburan. Saat hari libur, kawasan tersebut kerap padat dengan wisatawan. Jalur Puncak sering dilanda kemacetan parah saat musim liburan panjang atau bahkan akhir pekan.

Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappeda Litbang Kabupaten Bogor Danni Rachmat mengatakan, ada tiga kecamatan di wilayahnya yang menjadi destinasi wisata.

Baca juga: Hotel di Puncak Disarankan Sediakan Bus Pengunjung untuk Atasi Kemacetan

"Kawasan Puncak kita fokus di tiga kecamatan yang menjadi tujuan wisata atau kami di Kabupaten Bogor menyebut kawasan wisata Puncak itu ada tiga yakni Kecamatan Ciawi, Cisarua dan Megamendung. Jadi kecamatan ini yang selalu macet terutama pada saat weekend," kata Danni dalam webinar bertajuk ‘Puncak: Mengapa Diminati Meski Macet Menanti-Menggali Solusi Persoalan Kawasan Puncak dari Berbagai Sisi’, Selasa (29/12/2020).

Danni menambahkan, ada beberapa penyebab kawasan Puncak kerap macet.

"Kemacetan di puncak ada beberapa penyebab permasalahannya yaitu parkir yang tidak tertata, tidak ada fasilitas bagi pejalan kaki, kapasitas jalan yang kecil, tidak tersedianya fasilitas bagi angkutan umum. Kurang lebih seperti itulah secara visual permasalahan kemacetan yang ada di Puncak," tutur Danni.

Baca juga: 5 Kafe Bertema Alam di Bogor, Pas Buat Melepas Stres Akhir Pekan

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyarankan agar industri perhotelan di kawasan Puncak, dapat menyediakan bus bagi pengunjung yang menginap, sehingga kemacetan yang sering terjadi, terutama saat libur panjang dapat diminimalisasi.

"Kita menyarankan hotel-hotel itu juga memiliki bus agar pengunjung tidak menggunakan mobil," kata Budi Karya saat jadi pembicara dalam webinar tersebut.

Budi menjelaskan bahwa "demand" masyarakat berlibur ke Puncak di akhir pekan dan setiap libur panjang sangat tinggi.

Di sisi lain, upaya mengatasi kemacetan di kawasan tersebut masih bersifat jangka pendek, yakni melakukan buka-tutup dan memberlakukan satu arah.

Menurutnya kunjungan wisatawan di Puncak saat ini bukan saja didominasi warga dari Jakarta, tapi juga mancanegara.ilustrasi

"Demand ini bertambah banyak dan tentu dampak yang sering terjadi adalah kemacetan di setiap akhir pekan dan libur panjang. Permasalahan di Puncak ibarat gunung es. Banyak permasalahan yang harus kita tuntaskan," kata Budi Karya.

Budi menilai solusi kemacetan yang terjadi di kawasan Puncak harus diselesaikan secara lebih komprehensif, salah satunya dengan menyediakan transportasi yang mudah dijangkau.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini