Nekat Berkerumun Rayakan Tahun Baru di Jakabaring, Tanggung Sendiri Akibatnya!

Antara, Jurnalis · Kamis 31 Desember 2020 06:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 30 406 2336641 nekat-berkerumun-rayakan-tahun-baru-di-jakabaring-tanggung-sendiri-akibatnya-l6irWYrNxV.JPG Salah satu spot pinggiran danau Jakabaring Sport City, Palembang (Foto: Instagram/@jakabaringsportcity)

MALAM pergantian tahun hanya tinggal menunggu waktu. Masyarakat mulai merencanakan destinasi mereka untuk menjadi saksi kepergian tahun 2020 menuju 2021.

Bagi Anda masyarakat Kota Palembang, Sumatra Selatan, sebaiknya mengurungkan niat jika hendak berduyun-duyun merayakan malam tahun baru ke kawasan wisata Jakabaring Sport City dan Benteng Kuto Besak.

Pasalnya, kedua destinasi di Kota Palembang itu bakal ditutup pada malam pergantian tahun, Kamis (31/12/2020), guna mencegah terjadinya pelanggaran protokol kesehatan sebagai langkah pencegahan penyebaran virus corona alias Covid-19.

Baca juga: Pengelola Hutan Wisata Punti Kayu Palembang Batasi Jumlah Pengunjung

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji memandang terdapat potensi pelanggaraan jika saja kawasan wisata tersebut tetap dibuka karena selama ini menjadi pusat keramaian pada setiap malam pergantian tahun.

Jembatan Ampera

(Foto: Instagram/@lauramnica)

Hal itu juga berdasarkan analisis dari tiga institusi, yakni Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Polrestabes Palembang, dan Kodim setelah menggelar rapat di aula Mapolrestabes Palembang, Selasa, 29 Desember 2020 lalu.

Menyinggung soal Jembatan Ampera tetap dibuka, Anom memperkirakan di sekitar jembatan itu tidak akan ada kerumunan.

"Sebenarnya kalau orang ramai berjalan atau berlalu lintas (berkendara) di Ampera itu tidak masalah. Kami tidak melarang orang berjalan berkendara saat malam tahun baru. Akan tetapi, jika berkerumun, akan kami bubarkan," kata dia.

Bila masih ditemukan keramaian atau gerombolan perkumpulan, lanjut Anom, maka polisi tidak segan melakukan penindakan karena berpegang pada Undang-Undang Karantina Kesehatan.

Tak main-main pelanggar bahkan bisa dijerat pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 212, 214, dan 216 KUHP.

"Jangan salahkan kami jika akan mengenakan UU Karantina Kesehatan dan KUHP karena kami sudah memperingatkan lebih awal," tegasnya.

Anom menambahkan, pihaknya sebagai aparat berwenang sangat berhak mengambil tindakan tegas demi menjaga kenyamanan dan kesehatan bersama masyarakat Kota Palembang di tengah pandemi Covid-19 yang belum kunjung mereda.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini