Libur Tahun Baru di Yogyakarta, 5 Kuliner Ini Wajib Diburu

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Jum'at 01 Januari 2021 05:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 31 301 2337061 libur-tahun-baru-di-yogyakarta-5-kuliner-ini-wajib-diburu-Kv0Z368FRR.jpg Lupis Mbah Satinem. (Foto: Instagram @jogjakakilima)

TIAP daerah di Yogyakarta memiliki kuliner tradisional khasnya tersendiri. Dari mulai gudeg hingga wedang uwuh yang terkenal banget.

Karenanya, jika mengunjungi Yogyakarta, tak akan lengkap rasanya kalau tidak mencoba makanan dan minuman tradisionalnya. Cita rasanya juga autentik, sehingga sulit ditemui di kota lain.

Berikut ini merupakan lima kuliner Yogyakarta yang lezat, sebagaimana dikutip Okezone dari laman Instagram @jogja yang bisa Anda beli dan cicipi.

1. Gudeg Sagan

gudeg

Jika mendengar kata makanan khas Yogyakarta, pasti yang terbenak di pikiran Anda pertama kali tidak lain adalah gudeg. Gudeg terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan yang dimasak selama berjam-jam.

Gudeg Sagan adalah gudeg basah dengan ayam kampung sebagai lauk utama. Selain ayam kampung, terdapat lauk lainnya seperti telur bulat rebus. Yang unik dari Gudeg Sagan ini adalah, nangkanya diberi areh untuk menambah cita rasanya. Paling penting, Gudeg Sagan tidak menambahkan MSG dalam masakannya.

Terletak di Jalan Prof. Herman Yohanes No.53, Samirono, Caturtunggal, Sleman, Yogyakarta. Gudeg yang buka setiap hari pukul 09.00-22.30 WIB ini ramai dikunjungi pembeli karena rasanya yang enak. Gudeg ini termasuk yang populer dan legendaris di Yogyakarta. Sekarang Gudeg Sagan telah membuka cabangnya hingga ke Jakarta.

"Salah satu spot Gudeg Favorit di Jogja yang buka dari pagi sampai tengah malam: GUDEG SAGAN!!😀Lebih prefer ke sini malam hari karena ada live musicnya🙄 Suasananya syahdu dan njogjani banget, asal jangan kemaleman biar ga kehabisan lauk yaaa👍," tulis laman Instagram @voilajogja. 

Baca Juga: 5 Restoran Tepi Sungai di Yogyakarta, Suasananya Damai Banget

2. Lupis Mbah Satinem

Lupis adalah makanan tradisional yang terbuat dari beras ketan yang disiram dengan gula aren. Lupis Mbah Satinem termasuk jajanan tradisional khas Yogyakarta yang sudah melegenda. Penjualnya, Mbah Satinem sudah mulai berjualan lupis sejak 1963. Lupis Mbah Satinem ini sangat terkenal bahkan sampai masuk dalam sebuah acara Street Food di Netflix.

Selain lupis, Mbah Satinem juga berjualan jajanan tradisional yang lain seperti gatot, tiwul, dan cenil. Lupis Mbah Satinem terkenal dengan perpaduan rasanya yang gurih dan manis. Setiap pagi, banyak pelanggan yang datang untuk membeli jajanan tradisional Yogyakarta ini

Lupis Mbah Satinem berlokasi di tepi jalan sekitar Tugu Yogyakarta. Tepatnya di ujung depan ruko pertigaan Jalan Bumijo yang berbatasan dengan Jalan Diponegoro. Jika anda berkunjung ke Yogyakarta, jangan lupa untuk mencicipi hidangan ini.

3. Jenang Gempol Bu Santo

Jenang Gempol adalah kuliner khas Yogyakarta yang terbuat dari tepung beras. Variasinya macam macam, ada yang berbentuk bubur sumsum, ada yang dibentuk bulat-bulat kemudian disiram dengan kuah santan. Rasanya yang gurih dan manis benar-benar menggugah selera.

Di Yogyakarta, Anda bisa menemukan jenang gempol ini di Pasar Pathuk Jogja. Di sana terdapat berbagai macam jenis jenang gempol yang dapat Anda pesan. Harga per mangkuknya hanya Rp5.000 saja. Teksturnya yang lumayan mengenyangkan cocok untuk dijadikan sarapan di pagi hari. Jenang Gempol Bu Santo buka mulai dari jam 06.00 WIB hingga habis.

4. Kipo

 kipo

(Foto: Instagram iqbal_kautsar)

Kipo merupakan jajanan tradisional asli Kotagede yang menjadi menu takjil untuk buka puasa. Di hari biasa, Kipo dijual pada pagi hari utamanya di Pasar Legi Kotagede.

Kipo terbuat dari adonan tepung beras dan tepung ketan sebagai kulit luarnya. Di dalam kulit tersebut terdapat isi yang dinamakan enten-enten yang terbuat dari parutan kelapa muda yang dicampur dengan gula Jawa. Terkadang diberi aroma nangka untuk lebih memanjakan lidah. Warna hijaunya alami berasal dari pandan. Kemudian, dimasak dengan dipanggang lalu disajikan di atas daun pisang.

Rasanya sangat khas, empuk,sedikit manis, dan ada sedikit aroma panggang/bakar nya. Makanan ini dikenal sejak 1980-an. Jika anda berkunjung ke Kotagede, jangan lupa untuk membeli camilan tradisional ini karena selain bentuknya yang imut, rasanya juga sangat enak.

Baca Juga: Itinerary Libur Akhir Tahun di Yogyakarta ala Nindy Ayunda

5. Wedang Uwuh

Kuliner selain makanan, ada juga minumannya yang tidak kalah menarik. Minuman berwarna merah ini dinamakan wedang uwuh karena menggunakan bahan-bahan yang berupa dedaunan mirip dengan sampah. Uwuh dalam Bahasa Jawa berarti sampah. Wedang uwuh disajikan panas atau hangat memiliki rasa manis dan pedas. Asal Wedang uwuh ini dari Imogiri, Yogyakarta. Minuman yang berisi rempah-rempah ini sangat pas untuk menghangatkan dan menyegarkan tubuh. Wedang uwuh juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

Kayu secang yang terdapat dalam wedang uwuh berfungsi sebagai antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari radikal bebas. Herba ini juga sangat baik untuk melancarkan peredaran darah dan melegakan pernapasan, bahkan bermanfaat sebagai antikanker. Dalam wedang uwuh, kayu secang biasanya disajikan dalam bentuk yang sudah diserut menjadi tipis. Kayu secang memberikan warna merah pada wedangnya.

Di Yogyakarta, tempat terbaik untuk menikmati wedang uwuh yaitu di First Uwuh Imogiri tepatnya di  Jalan Bridgen Katamso dan di Wedang Uwuh Jogja yang terletak di Jalan Mawar. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini