Malam Tahun Baru 2021 yang Mengharukan di New York

Antara, Jurnalis · Jum'at 01 Januari 2021 22:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 01 406 2337419 malam-tahun-baru-2021-yang-mengharukan-di-new-york-DvWlDBBc09.jpg Manusia salju di Times Square, New York (Reuters/Antara)

HANYA segelintir tamu undangan, termasuk petugas kesehatan dan lainnya dari garis depan pandemi virus corona yang berkumpul pada Kamis 31 Desember 2020 malam di Times Square, New York, Amerika Serikat, untuk menyaksikan jatuhnya bola Malam Tahun Baru, menandai akhir dari 2020 dan awal yang penuh harapan untuk 2021.

Selama beberapa dekade, puluhan ribu orang --banyak dari mereka adalah turis-- memenuhi blok di sekitar Times Square pada Malam Tahun Baru.

Mereka berdiri berjam-jam dalam kedinginan menunggu untuk melihat bola kristal yang berkilauan meluncur di tiang yang dipasang di atas gedung pencakar langit di detik-detik terakhir pergantian tahun.

Baca juga: Dunia Sambut 2021 di Tengah Pandemi Corona

Saat bola mencapai dasar, kerumunan orang segera saling berpelukan, berciuman dalam kegembiraan.

Tapi, tahun ini, Wali Kota Bill de Blasio dan pejabat polisi telah mengatakan kepada warga New York dan luar kota untuk menjauh dan menonton perayaan kecil di televisi.

Petugas kepolisian memblokir Times Square New York untuk mencegah orang-orang yang tidak berwenang berkumpul, sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona.

Baca juga: Meriahnya Pesta Kembang Api Tahun Baru 2021 di Uni Emirat Arab

Puluhan acara Malam Tahun Baru di seluruh Amerika Serikat juga telah dibatasi atau dialihkan secara daring.

"Ini akan menjadi, bisa dibilang, yang paling istimewa, paling pedih, Malam Tahun Baru yang paling mengharukan," kata de Blasio, yang menekan tombol untuk memulai penurunan bola kristal, kepada wartawan, Jumat (1/1/2021).

"Pada 2021, kami akan menunjukkan kepada orang-orang seperti apa rasanya pulih, kembali."

Beberapa orang tidak menerima imbauan wali kota tersebut atau memutuskan untuk datang ke Times Square, berharap untuk melihat bola lebih awal sebelum polisi mulai membersihkan alun-alun dari siapa pun yang tidak diizinkan untuk berada di Times Square New York.

"Sebenarnya sedih melihat penderitaan yang begitu besar, tapi saya ingin berada di sini karena itu tradisi saya," kata Matt Wozniak, warga New York berusia 41 tahun.

"Saya telah datang selama bertahun-tahun, terkadang dalam kerumunan besar. Sekarang rasanya berbeda."

Polisi New York hanya mengizinkan beberapa lusin orang untuk menyaksikan bola jatuh di tempat yang disebut Crossroads of the World di tengah kota Manhattan.

Penyelenggara telah mengundang pekerja toko kelontong, penjaga gedung, seorang pengantar pizza, dokter dan perawat, termasuk Sandra Lindsay, perawat New York yang menjadi penerima pertama vaksin COVID-19 di Amerika Serikat.

Para tamu undangan tersebut memakai masker dengan menjaga jarak berkumpul di depan panggung sementara yang didirikan di alun-alun untuk melihat pertunjukan langsung oleh penyanyi kelahiran Bronx Jennifer Lopez dan Gloria Gaynor, yang membawakan musik disko klasik "I Will Survive."

Di Las Vegas, Boston, dan sekitarnya, pertunjukan kembang api resmi telah dibatalkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini