Periskop 2021: Geliat Wisata Petualangan 2021, Traveler Pilih Mana?

Dewi Kania, Jurnalis · Senin 04 Januari 2021 09:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 04 406 2338246 periskop-2021-geliat-wisata-petualangan-2021-traveler-pilih-mana-jgeYt6P9tn.JPG Arung jeram, salah satu wisata petualangan yang bakal hits di 2021 (Foto: Instagram/@ciwideyrafting)

WISATA petualangan diprediksi menjadi tren 2021. Sebab, wisata petualangan diklaim aman Covid-19 karena berbasis alam.

PATA Adventure Travel Mart 2020 sebagai salah satu inisiatif untuk kembali menggerakkan pariwisata, khususnya wisata petualangan, selama dekade terakhir meningkat pesat.

Banyak destinasi pilihan seperti berpetualang ke gunung, hutan serta arung jeram di berbagai tempat.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sejak 2020 mengembangkan wisata petualangan.

Berbagai destinasi dipersiapkan, bahkan telah dipromosikan kepada wisatawan. Sebut saja kawasan wisata Sangkulirang, hutan di Kalimantan Timur.

Baca juga: Legenda Gunung Tondoyan, Asal Muasal Tebing Karst Cantik di Sangkulirang

Direktur Wisata Alam, Budaya dan Buatan Kemenparekraf, Alexander Reyaan mengatakan, Kalimantan memiliki potensi wisata minat khusus petualangan. Wisatawan memilih wisatawan petualangan karena bisa menghirup udara segar saat melepas penat.

Kawasan Karst Sangkulirang

"Kalimantan mempunyai potensi alam yang luar biasa. Pariwisata dapat hadir sebagai sebuah sektor pelapis kedua untuk menjadi tulang punggung pendapatan daerah,” tuturnya beberapa waktu lalu.

Salah satu wisata petualangan yang ditawarkan berupa kawasan karst. Lokasi ini merupakan salah satu peninggalan batuan kapur yang cukup tua di Indonesia, tepatnya di dua kabupaten yaitu Kutai Timur dan Berau, Karst Sangkulirang, Mangkalihat.

Jika dilihat struktur tebing bebatuan yang kokoh nan indah menjadi daya tarik tersendiri. Terdapat juga lorong rongga yang membentuk gua bawah tanah dan berisikan lukisan tangan prasejarah dengan ragam kisah di baliknya.

Baca juga: Bertualang di Alam Asri Sekitar Kota Bahari

Berkonsep ekowisata, lokasi ini sangat cocok sebagai destinasi wisata di tengah pandemi Covid-19. Menurut Alexander, saat ini wisatawan memiliki kecenderungan memilih ekowisata.

Kawasan Karst Sangkulirang

"Karena dengan banyaknya area terbuka, akan lebih meminimalisir risiko penyebaran pandemi Covid-19," ucapnya.

Baca juga: Petualangan Seru di Irlandia, Ini 4 Destinasi yang Wajib Dikunjungi

Meskipun berkonsep ekowisata, kata Alexander, juga harus menerapkan pedoman menjaga lingkungan hidup dan keberagamannya dalam menjalankan protokol CHSE (Ceanliness, Health, Safety, Environment).

Selain kawasan Sangkulirang, disebutkan Ketua Assosiasi Pendaki Gunung Indonesia (APGI), Cecilia Vita wisata petualangan di gunung, menjadi salah satu wisata minat khusus yang sangat diminati 10 tahun belakangan atau satu dekade terakhir.

Tak hanya wisatawan domestik, namun juga mancanegara. Tingkat kunjungan di kawasan pendakian pun selalu laris belakangan.

Tujuannya tidak hanya gunung-gunung di Pulau Jawa saja. Para petualang juga menjelajahi gunung di ujung Sabang (Gunung Leuser) ke Gunung di Papua (Gunung Carstenz).

Baca juga: Serunya Pacu Adrenalin di Bukit Mendelem, Destinasi Menantang di Pemalang

Arung Jeram

"Para tour operator, atau pebisnis wisata petualangan, berlomba meningkatkan kualitas perjalanannya, dan mensertifikasi para pemandunya," terang dia.

Sementara itu, Ketua PB Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Amalia Yunita menjelaskan, wisata arung jeram atau rafting juga menjadi tren belakangan. Terlebih, wisata arung jeram mayoritas berada di lingkungan yang masuk dalam zona hijau Covid-19.

"Salah satu sub sektor dalam parowisata adalah wisata arung jeram yang sudah sangat dikenal di Indonesia. Diharapkan wisata ini dapat kembali tumbuh, dengan adanya protokol CHSE," kata Amalia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini