Sandiaga Uno Optimistis Bali Mampu Kendalikan Covid-19 seperti New Zealand

Dewi Kania, Jurnalis · Senin 04 Januari 2021 12:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 04 406 2338416 sandiaga-uno-optimistis-bali-mampu-kendalikan-covid-19-seperti-new-zealand-Ns77D7F79x.jpg Ilustrasi. (Foto: Kemenparekraf)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyebut jika penduduk Bali mendapat prioritas vaksin Covid-19, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif cepat bangkit. Bahkan kondisinya bisa mirip seperti New Zealand.

Menparekraf Sandi juga mengatakan bahwa setidaknya 70 persen penduduk Bali layak mendapatkan vaksin Covid-19 lebih dulu. Jika terlaksana tepat sasaran maka menjadi kunci bangkitnya pariwisata.

"Jadi, kalau Bali dari total 4,36 juta populasinya, kalau kita dahulukan di Bali bisa 70 persen yang divaksin ini menjadi daerah yang seperti New Zealand udah bisa dikunci," ujar Sandi dalam diskusi virtual, Minggu 3 Januari 2020.

Baca Juga: Menparekraf Sandiaga Uno Ingin 70 Persen Masyarakat Bali Dapat Vaksin Covid-19 Duluan

bali

Selain itu, tambah Sandi, wisatawan nantinya yang ingin berkunjung ke Bali harus dinyatakan bersih dari Covid-19. Tentu wisatawan melakukan serangkaian tes sebelum masuk ke pulau surga dunia ini.

"Jadi, mereka yang masuk ke Bali benar-bener harus dites dan Bali bisa seperti New Zealand sudah mampu untuk mengendalikan Covid-19," kata dia.

 

Sebelumnya mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu menyebutkan, kehadiran vaksin Covid-19 menjadi secercah harapan bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. "Kartal pertama vaksin akan hadir ini adalah awal secercah harapan kita," katanya.

Maka itu, Menparekraf Sandi meminta masyarakat sabar menanti vaksin Covid-19 hingga selesai diuji klinis. Sebab uji vaksin memakan waktu lama, sehingga harus tetap patuh protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan). 

Baca Juga: Menparekraf Sandiaga Uno dan Menkes Budi Kompak Lawan Virus Corona Varian Baru

"Tapi kita harus sabar karena memakan waktu, kita harus lihat data berbasis dari ahli tenaga medis dan tim kesehatan, kapan kita bisa mulai (vaksin). Lalu menyesuaikan dengan pelaku usaha dan parekraf," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini