Virus Corona Baru Merebak, Penerbangan di Amerika Serikat Malah Meningkat

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Senin 04 Januari 2021 18:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 04 406 2338440 virus-corona-baru-merebak-penerbangan-di-amerika-serikat-malah-meningkat-LC2A9Q16LG.jpg Pesawat America Airlines di Dallas-Fort Worth Airport (Tom Fox/Dallas Morning News)

PEJABAT Kesehatan Masyarakat di Amerika Serikat memperingatkan kepada masyarakatnya untuk bersiap-siap menghadapi bencana virus baru corona yang mungkin akan datang. Hal ini disebabkan karena mobilitas masyarakat yang tinggi saat libur Natal dan Tahun Baru 2021.

Hal ini memicu serentetan penyakit dan kematian baru. Virus yang sudah menyebar di seluruh negara bagian ini membuat rumah sakit di Amerika Serikat kewalahan akan banyaknya pasien yang masuk.

Baca juga: Arab Saudi Cabut Larangan Perjalanan Wisata, Syaratnya Ketat

“Mengerikan, sangat disayangkan, tetapi dapat diprediksi,” ucap Dr. Anthony S. Fauci, pakar penyakit menular terkemuka di AS seperti dilansir dari The New York Times, Senin (4/1/2021).

Libur Natal dan Tahun Baru 2021 adalah liburan pertama di mana ditemukan varian virus baru yang lebih mudah menular, yang pertama kali ditemukan di Inggris, dan diketahui sudah beredar di Amerika Serikat.

Meskipun perjalanan udara turun drastis dari tahun-tahun sebelumnya, bandara di AS mengalami hari tersibuk pada Sabtu lalu, dengan 1.192.881 penumpang melewati pos pemeriksaan keamanan.

Menurut Administrasi Keamanan Transportasi AS, sejak 18 Desember, badan tersebut telah menghitung lebih dari 16,3 juta perjalanan melalui pos pemeriksaan bandara, yang mana jumlahnya turun lebih dari 35,4 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Baca juga: Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama 2021, Yuk Rencanakan Liburanmu

Sementara itu, puluhan juta orang lainnya lebih memilih untuk melakukan perjalanan menggunakan mobil.

Wisatawan memiliki kerentanan terinfeksi virus saat mereka dalam perjalanan, tetapi, merujuk dari pola penularan saat libur Thanksgiving, kemungkinan paparan virus yang lebih besar justru berasal dari pertemuan di tempat tujuan wisatawan.

Ahli bedah umum, Dr. Jerome Adams, mengungkapkan ketakutan serupa, menyebut proyeksi peningkatan infeksi itu"cukup menakutkan" dan mendesak orang Amerika untuk terus memakai masker dan menerapkan social distancing.

“Apa yang kami lakukan sekarang penting,” katanya dalam sebuah wawancara dengan Jake Tapper dari CNN.

“Kalau Anda berkumpul selama liburan di luar rumah tanpa masker, masih ada langkah yang bisa kamu lakukan sekarang. Anda masih bisa melakukan karantina mandiri. Anda masih dapat menjalani tes, mengetahui bahwa lebih dari 50 persen penyebaran sekarang terjadi di antara orang-orang yang tidak menunjukkan gejala.”

"Jika kita melakukan itu," tambahnya, "kita akan mampu meredam lonjakan ini."

Amerika Serikat melaporkan setidaknya 291.300 kasus virus corona baru pada Sabtu, rekor satu hari, dan meningkat oleh tumpukan laporan liburan. Pelaporan data reguler diharapkan dilanjutkan akhir pekan ini.

Terlepas dari anomali pelaporan harian, Amerika Serikat telah mengalami wabah terparah di dunia dengan kematian lebih dari 350.000 jiwa dan lebih dari 123.000 pasien Covid-19 dirawat di rumah sakit pada hari Sabtu. Amerika Serikat kini sedang mengalami gelombang infeksi virus hebat saat distribusi vaksin dimulai.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini