Bantul Dikunjungi 1,7 Juta Wisatawan Selama 2020, Sumbang Pendapatan Rp16,9 Miliar

Antara, Jurnalis · Senin 04 Januari 2021 15:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 04 406 2338607 bantul-dikunjungi-1-7-juta-wisatawan-selama-2020-sumbang-pendapatan-rp16-9-miliar-7HHyghijHR.jpg Air terjun Pulosari di Bantul (KRjogja)

DINAS Pariwisata Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat jumlah kunjungan wisatawan ke semua destinasi wisata daerah ini sepanjang 2020 sebanyak 1,7 juta orang.

"Realisasi total pengunjung wisata sampai 31 Desember sebanyak 1.735.510 orang dengan pendapatan daerah sebesar Rp16,95 miliar," kata Sekretaris Dinas Pariwisata Bantul Annihayah di Bantul, DIY, Senin (4/1/2021).

Baca juga:  6.459 Wisatawan Sambangi Kepulauan Seribu saat Libur Tahun Baru 2021

Melalui data kunjungan yang tercatat di instansinya, realisasi kunjungan wisatawan tersebut telah melampaui target yang dicanangkan pada 2020, setelah target direvisi karena ada pandemi wabah COVID-19 yang berdampak di berbagai sektor termasuk pariwisata.

Target awal 2020 untuk pengunjung sebanyak 3,2 juta orang dengan pendapatan dari retribusi wisata sebesar Rp32 miliar, sementara target perubahan menjadi 1,49 juta orang dengan pendapatan Rp14,5 miliar. Sehingga dengan data wisata tahun ini, terealisasi 116,9 persen.

"Pendapatan asli daerah (PAD) wisata kita turunkan, jadi target murni kita di Rp32 miliar, di perubahan APBD berani Rp14,5 miliar, jadi hanya separuh, karena kita melihat situasi kondisi yang seperti ini (pandemi COVID-19)," kata Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo.

 

Menurut dia, masa pandemi 2020 memang dirasakan di sektor pariwisata, bahkan selama liburan panjang Natal dan Tahun Baru jumlah kunjungan tidak sampai 100 ribu orang, padahal pada tahun lalu, target 220 ribu orang bisa tercapai selama libur akhir tahun.

"Itu realitas di lapangan, karena pandemi ada penurunan kunjungan signifikan, tetapi prinsip bahwa dalam rangka pandemi sekalipun ada penurunan signifikan tetapi kalau kegiatan pariwisata jalan aktivitas ekonomi ternyata juga menggeliat, dampak tidak terlalu parah," katanya.

Baca juga:  Periskop 2021: Geliat Wisata Petualangan 2021, Traveler Pilih Mana?

Dia mengatakan, sehingga pentingnya penerapan protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19 di tempat wisata harus selalu ditegakkan dan diperketat, agar aktivitas pariwisata tetap jalan, ekonomi menggeliat, dan masyarakat tetap sehat.

"Artinya, mudah-mudahan selaras bahwa kondisi kesehatan segera membaik, pariwisata segera membaik, dan masyarakat tidak ada masalah baru, yaitu masalah ekonomi. Harapannya seperti itu, dan kita semua saling menjaga," katanya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini