Deretan Wisata Populer di Solo yang Sarat Sejarah Perjalanan Bangsa

Ersa Ambarita, Jurnalis · Senin 04 Januari 2021 16:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 04 408 2338452 deretan-wisata-populer-di-solo-yang-sarat-sejarah-perjalanan-bangsa-SJKYLoiA0N.JPG Museum Keris di Solo (Foto: Instagram/@uptmuseum_surakarta)

SOLO atau Surakarta yang ada di Provinsi Jawa Tengah memiliki segudang objek wisata yang selalu menarik perhatian para pelancong. Situs budaya dan tradisi kesenian menjadi hal yang paling identik untuk ditemukan di kota ini.

Selain itu, suasana alam yang asri dengan cerita sejarah yang melekat dalam setiap peninggalan bangunannya akan memberikan kesan tersendiri ketika melakukan perjalanan ke Solo.

Saat berkunjung kota kelahiran Presiden Joko Widodo (Jokowi), tak ada salahnya Anda menyambangi tempat-tempat sejarahnya. Keberadaan destinasi tersebut akan membuat Anda kian memahami bagaimana kota ini mengambil bagian dalam perjuangan bangsa Indonesia. Berikut Okezone rangkumkan 5 destinasi wisata sejarah yang ada di Kota Solo.

Monumen Pers Nasional

Monumen Pers Nasional dibangun pada 1918 dan menjadi salah satu bangunan yang tertua di Solo. Dulunya, tempat ini lebih dikenal sebagai ruang pertemuan yang diinisiasi oleh Mangkunegara VII, Pangeran Surakarta. Dalam jejak rekam sejarah, di museum inilah radio publik pertama kali disiarkan. Lalu pada 9 Februari 1946, museum ini juga menjadi saksi bagaimana Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dibentuk.

Museum Pers Nasional

(Foto: Pariwisata Solo)

Pengunjung bisa menemukan ragam koleksi organisasi jurnalistik, seperti satu juta koran dan majalah, diorama pers Indonesia, patung tokoh pers nasional, dan pemancar yang dipakai pada siaran langsung jarak jauh pada 1936. Pemancar ini juga disebut Radio Kambing karena benda ini pernah disembunyikan para pejuang RRI dan TNI di kandang kambing Desa Balong, pada aksi militer Belanda II.

Yang juga menarik perhatian saat berada di museum ini adalah melihat kamera dan peralatan milik Udin, seorang pewarta Harian Bernas Jogja yang dibunuh karena beritanya. Museum Pers terletak di Jalan Gajahmada Nomor 76, Timuran, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Dilansir dari akun resminya, monumen ini buka setiap hari dari pukul 09.00-15.00 WIB.

Baca juga: Pertama Kali Liburan ke Bali, Enaknya Ngapain Aja Ya?

Museum Keraton Solo

Mengenal lebih dekat tentang kehidupan kerajaan terdahulu salah satunya bisa Anda lakukan di Museum Keraton Solo. Di dalam museum ini pengunjung bisa melihat peninggalan berupa alat musik dan alat makan para tokoh kerajaan. Terdapat juga 13 museum lainnya, yang memamerkan koleksi yang berbeda-beda.

Keraton Solo

(Foto: Instagram/@kraton_solo)

Mulai dari foto-foto yang berkuasa di Surakarta pada zamannya, kursi Pakubuwono IV, beberapa lemari dengan ukiran yang indah, dan masih banyak lagi. Museum ini beralamat di Jalan Sidikoro, Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta. Karena tempatnya begitu dijaga dan dihormati, dianjurkan para pengunjung senantiasa menggunakan pakaian yang sopan saat memasuki museum.

Museum Keris

Museum Keris berada di Jalan Bhayangkara Nomor 2, Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta. Keris sendiri merupakan senjata tradisional khas tanah Jawa yang dipercaya memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat dan sejarah.

Ketika memasuki museum ini, Anda akan mendapati ribuan keris yang ditata dengan rapi dan mayoritas keris tersebut berasal dari Jawa. Beberapa di antaranya adalah peninggalan dari kerajaan Majapahit di Solo.

Pengunjung dapat melihat lebih detail diorama keris Indonesia yang terkenal sepanjang masa. Ruang museum keris ini terdiri dari beberapa bagian, mulai dari perpustakaan, ruang bermain anak, ruang pameran, dan ruang restorasi keris. Khususnya lagi, di museum ini pengunjung bisa melihat salah satu koleksi keris milik Presiden Joko Widodo.

Benteng Vastenburg

Benteng Vastenburg terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Kawasan Gladak, Kelurahan Kedunglumbu, Kecamatan Pasar Kliwon. Bangunan yang tampak seperti bujur sangkar ini berdiri sejak 1745 atas perintah Gubernur Jenderal Baron Van Imhoff.

Setelah kemerdekaan, benteng ini difungsikan sebagai markas pelatihan keprajuritan dan pusat Brigade Infanteri 6/Trisakti Baladaya Kostrad untuk wilayah Karesidenan Surakarta dan sekitarnya.

Benteng Vastenburg

(Foto: Instagram/@sundarienny)

Untuk gaya arsitektur, benteng ini memiliki konsep bangunan Eropa yang megah dan unik. Kendati demikian, Benteng Vastenburg sempat terbengkalai karena lahannya dimiliki swasta.

Baca juga: Berakhir Pekan di Solo, Jangan Lupa ke Pura Mangkunegaran

Setelah ditetapkan sebagai cagar budaya di 2010, pembenahan dan restorasi dilakukan kembali. Hingga kini, pemerintah dan pihak swasta kerap menggelar berbagai acara di benteng, seperti acara musik, festival, dan upacara khusus kebudayaan.

Taman Sriwedari

Taman Sriwedari diresmikan pada 1902. Pada awal pembukaannya, taman ini digunakan sebagai tempat rekreasi sekaligus peristirahatan bagi keluarga kerajaan.

Taman Sriwedari

(Foto: Instagram/@ics.infocahsolo)

Di taman inilah perjalanan kesenian dan kebudayaan kota Solo dikembangkan. Di bagian depan taman, terdapat sebuah pendapa untuk pertunjukkan tari dan tempat perkumpulan.

Sedangkan di depan pendopo, terdapat patung Rama dan Sinta. Pembuatan patung terinspirasi dari salah satu fragmen sendratari Ramayana yang dibuat sebagai perayaan 100 tahun Taman Sriwedari pada tahun 2002. Menikmati segala jenis pertunjukkan seni sangat pas dilakukan di sini. Taman Sriwedari ada di Jalan Brigjen Slamet Riyadi Nomor 275, Sriwedari, Laweyan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini