Periskop 2021: Menerawang Potensi Wisata Selancar di Masa Pandemi

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 06 Januari 2021 11:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 06 406 2339615 periskop-2021-menerawang-potensi-wisata-selancar-di-masa-pandemi-rUAwqqxcd1.jpg Wisatawan berselancar di Pantai Plengkung, Banyuwangi, Jawa Timur (Kemenparekraf)

PERKEMBANGAN wisata selancar di Indonesia sangat baik bahkan di masa pandemi Covid-19, kegiatan ini masih banyak peminat. Wisatawan asing pun semakin senang berkunjung ke Indonesia, menghabiskan liburannya bermain dengan ombak.

Hal ini juga ditandai dengan semakin banyaknya surf school yang terbentang sepanjang garis pantai Indonesia, seperti di Pantai Kuta, Canggu, serta Sukabumi. Maka tak heran kalau Indonesia juga diklaim sebagai negara dengan surf school terbanyak di dunia.

Baca juga: Setelah Golf dan Selam, Kemenparekraf Siap Kembangkan Wisata Selancar Indonesia

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PB PSOI), Arya Sena Subyakto, mengatakan, banyak peselancar tertarik datang ke Indonesia. Mereka lebih senang berselancar di tempat yang tidak terlalu ramai.

"Beberapa ada yang sudah masuk ke Indonesia menggunakan visa bisnis, padahal biayanya cukup tinggi. Bisa dibilang uang itu bukan jadi masalah buat peselancar," tuturnya, beberapa waktu lalu.

 

Ia mengungkapkan, wisata selancar juga digadang-gadang dapat menjadi salah satu pendongkrak devisa di sektor pariwisata. Menurutnya, wisatawan memilih length of stay hanya ingin beselencar.

"Rata-rata mereka itu bisa stay hingga satu minggu. Belum lagi spendingnya yang sangat besar, mulai dari membeli papan selancar hingga biaya akomodasi dan transportasi menuju pantai. Semuanya itu berpotensi untuk mendongkrak kembali sektor pariwisata kita," ucapnya.

Baca juga: Cara Ampuh Promosikan Wisata Selancar Indonesia

Pada 2007 lalu, Surfing Magazine juga menobatkan Indonesia sebagai spot selancar terbaik di dunia. Wisata selancar juga dilaporkan telah menyumbang kunjungan wisatawan mancanegara dengan jumlah yang cukup besar.

Surfing Magazine melakukan studi khusus untuk melacak seberapa banyak wisman yang berkunjung ke Indonesia untuk berselancar.

Hasilnya pun cukup mencengangkan. Dilaporkan terdapat 2 juta peselancar yang berkunjung ke Indonesia pada 2007.

"Metodologi penghitungannya juga sangat unik. Jadi data itu dihitung dari jumlah wisatawan asing yang masuk ke Indonesia membawa surfboard (papan selancar). Bayangkan di tahun-tahun sekarang pasti jumlahnya jauh lebih banyak," imbuhnya.

ilustrasi

Sementara itu, atlet profesional selancar Dede Suryana menambahkan, untuk mendorong pengembangan potensi wisata selancar di Indonesia, ada beberapa poin penting yang perlu diperhatikan. Salah satu masalah krusial adalah sampah.

"Saat ini saya sedang gencar bersosialisasi tentang sampah. Masih banyak masyarakat kita yang membuah sampah sembarangan. Padahal isu ini sering menjadi sorotan media internasional," ujar Dede.

Jadi saya harapkan dukungan dari pemerintah dan para stakeholders agar kita bisa maksimal mengatasi persoalan sampah ini. Kalau banyak sampah, siapa yang mau datang ke tempat kita," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini