Menko Luhut Gaungkan Kampanye 'Bangga Berwisata di Indonesia'

Antara, Jurnalis · Kamis 07 Januari 2021 14:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 07 406 2340512 menko-luhut-gaungkan-kampanye-bangga-berwisata-di-indonesia-NgddFG3k8W.JPG Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone.com/Dede Kurniawan)

MENTERI Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mendorong kampanye 'Bangga Berwisata di Indonesia'. Hal itu sebagai upaya pemerintah mempercepat pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Menko Luhut dalam rapat koordinasi Bangga Berwisata di Indonesia, Rabu kemarin mengungkapkan kampanye tersebut diharapkan mampu mendorong rasa bangga atas wisata dalam negeri sehingga bisa mendongkrak angka perjalanan domestik dan pengeluaran perjalanan wisatawan nusantara.

"Kalau kita lihat permasalahan utama adalah turunnya angka perjalanan domestik dan berkurangnya nilai pengeluaran per perjalanan oleh wisatawan nusantara. Nah, tujuan kebijakannya adalah untuk membangun rasa bangga dan kepemilikan atas kegiatan berwisata di dalam negeri, sehingga mendorong masa tinggal yang lebih lama dan pengeluaran yang lebih tinggi," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/1/2021).

Baca juga: Curhat Pelaku Wisata Surfing ke Sandiaga Uno: Kenapa Kami Harus Tutup?

Luhut menjelaskan, kampanye 'Bangga Berwisata di Indonesia' merupakan program yang disiapkan untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional. Tentunya, program tersebut diharapkan bisa berjalan baik jika diikuti dengan pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Untuk itu, dirinya meminta pembangunan pada lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) dipercepat.

Danau Toba

Danau Toba (Foto: Kemenparekraf)

"Perkiraan wisata domestik akan mengalami pemulihan 1-2 tahun lebih cepat dibandingkan wisata ke luar negeri. Wisata internasional akan pulih pada akhir 2022 atau awal 2023. Oleh karena itu pembangunan pada lima DPSP harus dipercepat sehingga ketika pariwisata kembali pulih, wisatawan sudah dapat menikmati destinasi yang berkualitas," tuturnya.

Ia menambahkan, Covid-19 telah menyebabkan pergeseran tren perjalanan wisata ke destinasi luar ruang dan aktivitas luar ruang dan aktivitas olahraga. Ia pun menegaskan pentingnya perhatian pada sport tourism, produksi souvenir buatan dalam negeri, serta UMKM dengan kualitas yang bagus.

Oleh karena itu, kampanye 'Bangga Berwisata di Indonesia' juga nantinya akan disinergikan dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia. Ia meminta agar konsep 'Bangga Berwisata di Indonesia' terus dimatangkan, termasuk dengan terus melakukan simulasi protokol kesehatan dan keamanan pada lokasi wisata.

"Saya minta peningkatan kualitas di lima DPSP dan hal-hal kecil dibenahi agar orang tidak kapok datang ke sana," katanya.

Sementara, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno yang turut hadir secara virtual menyepakati bahwa 'Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia' dengan 'Bangga Berwisata di Indonesia' dapat diselaraskan dalam satu narasi.

Penggunaan tagar #DiIndonesiaAja dapat menjadi salah satu kampanye atau top of mind yang dapat didorong ke depan.

"Konteks kondisi pariwisata wisata kita sekarang 70 persen turun yang sejalan dengan global. Kepercayaan untuk travel saat ini memang rendah. Oleh karena itu, kita melihat pandemi menciptakan tren baru. Pemulihan wisata harus berfokus pada wisatawan nusantara, karena kalau bukan kita, siapa, dan kapan lagi," kata dia.

Baca juga: Catat, Ini 10 Daerah dengan Biaya Hidup Termurah di Indonesia

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, pemulihan pariwisata akan dilakukan di lima DPSP sekaligus dilakukan trial run, di mana akan diturunkan pula produk ekonomi kreatifnya serta upaya untuk terus berinovasi, adaptasi, dan kolaborasi dengan konsep Bangga Berwisata di Indonesia.

"Target untuk #DiIndonesiaAja ini adalah kaum milenial dan menurut saya langkah ini baik dan tentunya harus bersandingan dengan BBI. Jadi ekonomi kreatif 17 subsektor itu kami persiapkan juga," sebutnya.

Untuk mendukung program 'Bangga Berwisata di Indonesia', pemerintah akan terus mendorong pembayaran digital, bahkan dari hal kecil seperti pembayaran toilet. Pembayaran digital ini dilakukan untuk mendorong transparansi dan mengurasi resiko berbasis tunai. Pembayaran tersebut bisa dilakukan menggunakan QRIS.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini