Sandiaga Uno Harap PSBB Jawa-Bali Bisa Memutus Penyebaran Corona

Antara, Jurnalis · Jum'at 08 Januari 2021 09:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 08 406 2340916 menparekraf-sandiaga-uno-dukung-psbb-jawa-bali-demi-tekan-penyebaran-corona-KGzSTR0dPa.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno dalam kunker ke Labuan Bajo, NTT (Foto: Okezone.com/Heru Haryono)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Krearif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mendukung kebijakan pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali terhitung mulai 11 hingga 25 Januari 2021 untuk menekan penyebaran Covid-19.

Dalam kunjungan kerjanya di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (8/1/2021), Menparekraf Sandiaga Uno berujar bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan kementerian-kementerian terkait pemberlakuan PPKM.

“Intinya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif mendukung secara totalitas agar kebijakan yang dilakukan mulai 11 sampai 25 Januari 2021 ini mampu memutus mata rantai penyebaran Covid-19," ucap Sandiaga.

Pihaknya lanjut Sandi, akan memberikan langkah-langkah nyata dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk mendukung pelaksanaan kebijakan itu.

Baca juga: Trenggono Ajak Sandiaga Uno Kolaborasi Bangkitkan Wisata Bahari

Di antaranya dengan penyiapan kamar-kamar hotel untuk dipergunakan sebagai tempat isolasi mandiri bagi pasien penderita Covid-19 di berbagai daerah di Pulau Jawa dan Bali.

Sandiaga Uno

(Foto: Okezone.com/Heru Haryono)

"Saya akan berkoordinasi dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk memastikan dukungan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di masa-masa sulit ini. Misalnya pemanfaatan kamar-kamar hotel di daerah yang memerlukan tempat isolasi mandiri, tempat karantina untuk membantu sisi penanganan kesehatan," tuturnya.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu juga meminta masyarakat agar senantiasa patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan secara rutin, dan menjaga jarak).

"Saya selalu berpesan bahwa protokol kesehatan 3M itu harus kita lakukan dengan komitmen kuat, karena kita mustahil bangkit sisi pariwisatanya jika kita tidak disiplin menerapkan hal ini," paparnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengumumkan pemberlakuan PPMK di Jawa dan Bali pada 11-25 Januari 2021 dengan evaluasi dan monitoring yang dilakukan secara harian.

Kebijakan itu dilakukan dengan memertimbangkan berbagai hal di antaranya perkembangan pandemi Covid-19 yang terjadi di dunia akhir-akhir ini, di mana beberapa negara telah melakukan pengetatan mobilitas masyarakat, dan dengan adanya varian baru Covid-19 yang lebih cepat menular, maka pemerintah perlu melakukan langkah-langkah pengendalian pandemi Covid-19 di Indonesia.

Pengaturan kembali pemberlakuan pembatasan tersebut antara lain meliputi membatasi tempat kerja perkantoran dengan menerapkan work from home (WFH) sebesar 75 persen, dengan memberlakukan protokol kesehatan secara lebih ketat; melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring/online; dan untuk sektor esensial yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat, tetap dapat beroperasi 100 persen dengan pengaturan jam operasional dan kapasitas, serta penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Baca juga: Mendarat di Labuan Bajo, Sandiaga Uno Puji Kain Tenun Songket Khas NTT

Selanjutnya, mengatur pemberlakuan pembatasan yakni kegiatan restoran (makan/minum di tempat) sebesar 25 persen dan untuk layanan makanan melalui pesan-antar/dibawa pulang tetap diizinkan sesuai dengan jam operasional restoran, dan pembatasan jam operasional untuk pusat perbelanjaan/mal sampai dengan pukul 19.00 WIB

Kemudian mengizinkan kegiatan konstruksi beroperasi 100 persen dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat dan kegiatan di tempat ibadah tetap dapat dilaksanakan, dengan pembatasan kapasitas sebesar 50 persen dan dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat

Sedangkan dua ketentuan terakhir yakni kegiatan di fasilitas umum dan kegiatan sosial budaya dihentikan sementara dan juga dilakukan pengaturan kapasitas dan jam operasional untuk transportasi umum.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini