Pandemi Corona & Faktor Cuaca Jadi Penyebab Lesunya Gairah Wisata di Kulonprogo

Jum'at 08 Januari 2021 13:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 08 406 2340928 pandemi-corona-faktor-cuaca-jadi-penyebab-lesunya-gairah-wisata-di-kulonprogo-dnxzu0wOML.JPG Suasana Pantai Glagah di Kulonprogo, DIY (Foto: KRjogja)

GAIRAH wisata di Kulonprogo, DIY pada musim libur Natal 2020 dan tahun baru 2021 terbilang lesu. Pasalnya, jumlah kunjungan wisatawan tidak mengalami peningkatan signifikan sebagaimana ekspektasi.

Selain pandemi Covid-19, rendahnya tingkat kunjungan wisatawan juga dipengaruhi faktor cuaca yang memang belakangan sering hujan.

Dampak negatif dari pandemi Covid-19 dan musim hujan dirasakan pengelola sejumlah objek wisata di Kulonprogo. Di antaranya Pantai Glagah, Goa Kiskendo dan Hutan Mangrove Pantai Pasir Kadilangu.

Baca juga: Sandiaga Uno Harap PSBB Jawa-Bali Bisa Memutus Penyebaran Corona

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Pantai Glagah, Aris Widiatmoko mengatakan, jumlah kunjungan wisatawan pada Sabtu lalu sebanyak 3.885 pengunjung. Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, jumlah tersebut terbilang rendah.

“Kunjungan wisatawan ke Pantai Glagah mencapai puncaknya pada Minggu yakni sebanyak 5.686 orang,” kata Aris, dikutip dari laman KRjogja, Jumat (8/1/2021).

Aris menyebut, kunjungan wisatawan ke Pantai Glagah didominasi masyarakat lokal dan sekitaran Kulonprogo seperti Purworejo dan Magelang. Sementara pengunjung pantai yang berasal dari luar daerah, diketahui telah membawa hasil tes rapid antigen seperti yang diinstruksikan pemerintah.

“Selama libur akhir tahun kami menerjunkan seluruh personel ke sejumlah titik di sepanjang pantai. Mereka mengimbau dan memantau penerapan protokol kesehatan terutama pemakaian masker,” sambungnya.

Terpisah, pengelola objek wisata Goa Kiskendo, Suisno membenarkan sepinya pengunjung pada libur akhir tahun kemarin. Padahal, libur Natal dan tahun baru merupakan momen paling ditunggu pengelola objek wisata karena biasanya terjadi peningkatan wisatawan yang signifikan.

“Kami menargetkan jumlah kunjungan hingga 1.000 orang, tapi sejak tanggal 1 hingga 3 Januari, jumlah kunjungan hanya 317 orang,” keluhnya.

Ia menduga, penurunan jumlah kunjungan wisatawan pada libur akhir tahun dikarenakan pandemi Covid-19 juga karena faktor cuaca. Turunnya hujan di kawasan Pegunungan Menoreh membuat wisatawan enggan berwisata ke sana.

“Kami pasrah. Kunjungan tidak mencapai target meski kami sudah menerapkan protokol kesehatan,” tutup Suisno.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini