Periskop 2021: Staycation Pilihan Liburan Pas Selama Pandemi Covid-19

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 08 Januari 2021 12:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 08 406 2340975 periskop-2021-staycation-pilihan-liburan-pas-selama-pandemi-covid-19-w2mo1IWOiq.JPG Ilustrasi Staycation (Foto: Freepik)

STAYCATION menjadi pilihan liburan yang pas di situasi pandemi Covid-19. Sebab, Anda bisa mendapatkan pengalaman seru dan berbeda dengan menginap di hotel saja.

Di 2021, hotel-hotel pun bisa hidup karena masih banyak orang pergi staycation. Tren staycation pun semakin diminari karena aktivitasnya cukup praktis dan hemat kocek.

Dijelaskan Founder & CEO dari Best Hostels Indonesia, Rahmadi Aditya Putra, staycation membuat traveler berdiam diri di satu tempat. Misalnya hotel, hostel, cottage, maupun resor.

"Dengan staycation bisa memesan tempat menginap dengan fasilitas yang cocok untuk bersantai dan menikmati pemandangan tanpa harus keluar ke tempat wisata," ucapnya, beberapa waktu lalu.

Baca juga: 5 Tips Ciptakan Suasana Staycation Seru di Rumah

Oleh karenanya, pada situasi pandemi Covid-19, staycation menjadi solusi liburan yang aman bagi Anda yang bosan di rumah. Tak heran jika beberapa situs perjalanan memberikan penawaran staycation ini.

Online travel agent (OTA) contohnya, menawarkan rekomendasi penginapan murah dengan berbagai tipe kamar. Seperti hostel berkualitas, hotel bintang 3 sampai bintang 4 sekalipun.

Tak perlu risau, di Indonesia banyak lokasi liburan untuk staycation yang seru dan menawarkan sensasi berbeda. Seperti di Bali, Yogyakarta, Jakarta, serta kota-kota besar lainnya.

Staycation saat Natal

Baca juga: 3 Rekomendasi Tempat Ciamik Buat Staycation di Bogor

Sekalipun menginap di hotel untuk staycation pemilihan lokasi pun penting diperhatikan. Hindari kawasan zona merah Covid-19 untuk meminimalisir risiko.

Kemudian, jangan lupa tetap disiplin mematuhi protokol CHSE atau Cleanliness Health Safety and Environmental Sustainability di banyak tempat. Dengan mematuhi 3M yakni memakai masker, menjaga jarak, serta mencuci tangan.

Sementara itu, Senior Associate Director Colliers International Indonesia, Ferry Salanto sangat besyukur dengan adanya tren staycation. Ia mengatakan, dampak paling terasa dari sektor perhotelan terjadi pada April 2020.

Ketika itu, merupakan waktu awal virus corona (Covid-19) ada di Indonesia. Sehingga pemerintah melakukan kebijakan PSBB ketat.

"Secara umum kondisi hotel belum membaik tingkat hunian turun cukup drastis terutama April 2020," kata Ferry.

Setelah itu diakuinya, memang ada sedikit perbaikan dari sisi okupansi. Masyarakat mulai perlahan-lahan untuk memberanikan diri untuk menginap di hotel.

Baca juga: Jangan Malas Membersihkan Kamar Hotel saat Staycation, Banyak Gunanya Loh!

Ia menyebut, secara khusus peningkatan hotel di daerah Jakarta terjadi ketika memasuki libur akhir pekan atau libur panjang (long weekend). Karena banyak masyarakat yang tinggal di wilayah penopang ibu kota melakukan staycation di ibu kota.

"Di Jakarta itu tiap ada long weekend ada beberapa market staycation. Artinya mereka yang menginap di hotel kebanyakan dari family," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini