Penerbangan Dibuka Lagi, 256 Penumpang dari Inggris Mendarat di India

Salsabila Jihan, Jurnalis · Sabtu 09 Januari 2021 04:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 08 406 2341304 penerbangan-dibuka-lagi-256-penumpang-dari-inggris-mendarat-di-india-4LUIRZZjrU.jpg ilustrasi (stutterstock)

INDIA kembali membuka akses penerbangan pesawat dari Inggris, setelah ditutup sejak 23 Desember 2020 karena adanya kekhawatiran dengan munculnya varian baru virus corona yang diklaim menyebar lebih cepat.

Sebanyak 256 penumpang pesawat Air India mendarat di Bandara Internasional Indira Gandhi, New Delhi, Jumat (8/1/2021), setelah terbang dari Bandara Internasional Heathrow, London, Inggris.

Baca juga:  Cathay Pacific Kembali Layani Penerbangan ke Inggris 12 Januari 2021

Penerbangan dari India ke Inggris dimulai kembali sejak 6 Januari 2021, meskipun jumlah orang yang positif terkena virus baru Inggris tersebut telah meningkat menjadi 73 orang.

"Jumlah total kasus yang terinfeksi jenis baru dari virus corona yang pertama kali dilaporkan di Inggris sekarang mencapai 73," kata Kementerian Kesehatan setempat seperti dilansir dari Live Mint.

Sebelumnya dilaporkan, Menteri Perhubungan Penerbangan Sipil India Hardeep Puri mengatakan, setiap minggunya hanya ada 30 penerbangan yang akan beroperasi, dengan masing-masing mengirimkan 15 maskapai penerbangan dan akan berlaku hingga 23 Januari 2021.

 

Bandara Delhi juga meminta kepada pendatang dari Inggris untuk menjaga jarak waktu setidaknya 10 jam antara kedatangan mereka dari Inggris dan penerbangan lanjutan ke kota-kota lain.

Baca juga:  5 Destinasi Wisata di Tana Toraja, Batutumonga hingga Situs Warisan Dunia

Pada Kamis 7 Januari 2021, Ketua Menteri Delhi Arvind Kejriwal telah mendesak pemerintah untuk memperpanjang larangan penerbangan hingga 31 Januari 2021 karena situasi yang sangat serius terkait dengan virus Covid di Inggris.

"Pemerintah pusat telah memutuskan untuk mencabut larangan tersebut dan memulai penerbangan Inggris. Mengingat situasi yang sangat serius di Inggris, saya akan mendesak pemerintah pusat untuk memperpanjang larangan tersebut hingga 31 Januari," tulis Kejriwal pada akun Twitter pribadinya.

"Dengan susah payah, orang-orang mengendalikan situasi COVID. Situasi COVID di Inggris sangat serius. Sekarang mengapa mencabut larangan dan membuat orang-orang kita berisiko?"

Lebih dari 40 negara telah memberlakukan pembatasan ke dan dari Inggris karena adanya strain baru virus corona yang muncul di Inggris pada Desember tahun lalu. Bahkan pemerintah Inggris juga mengatakan bahwa virus COVID-19 yang baru ini 70% lebih mudah menular.

Sementara itu, para ilmuwan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sempat mengatakan, "Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa virus mutan lebih mematikan."

"Tidak ada bukti bahwa adanya peningkatan keparahan COVID-19 dari strain baru ini," kata direktur eksekutif Program Kedaruratan WHO Dr Michael Ryan di tengah kekhawatiran atas jenis virus baru Inggris.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini