Pesona Pulau Laki, Tempat Diduga Jatuhnya Sriwijaya Air Jakarta-Pontianak

Dewi Kania, Jurnalis · Sabtu 09 Januari 2021 18:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 09 408 2341684 pesona-pulau-laki-tempat-diduga-jatuhnya-sriwijaya-air-jakarta-pontianak-omGcT872me.jpg Pesona Pulau Laki. (Foto: Instagram @beny_0209)

PULAU Laki di Kepulauan Seribu diduga menjadi lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air Jakarta-Pontianak. Hal itu disebutkan oleh Bupati Kepulauan Seribu, Junaedi.

Pulau Laki memang jarang terdengar di telinga wisatawan. Menurut laman Unikonservasifauna, Pulau Laki menjadi salah satu pulau yang terabaikan di Kepulauan Seribu.

Jika dilihat dari banyak foto di mesin pencarian Google, penampakan Pulau Laki memang tak secantik pulau lainnya. Sebut saja Pulau Macan, Pulau Bidadari, Pulau Pramuka dan pulau tujuan favorit wisatawan lainnya.

Di Pulau Laki juga tak dihuni manusia, melainkan menjadi habitat satwa air dan burung eksotis. Luas pulau ini 1,5 hektar, yang juga merupakan hutan mangrove.

Namun kabarnya Pulau Laki dulu menjadi tempat tujuan wisatawan. Karena jauh aksesnya, maka pulau ini terabaikan.

Disebutkan Wisatawan Nadhifa Trihapsoro, untuk menuju pulau ini, dapat menggunakan kapal dari pelabuhan Tanjung Kait. Menurutnya, perjalanan tersebut bukan terlihat seperti liburan yang murah meriah 

 Pulau

"Pada kenyataannya kami harus merogoh kocek yang cukup banyak sebesar Rp250 ribu. Sebagian besar biayanya ditujukan untuk transportasi (Angkot-Angkot-Kereta-Angkot-Angkot-Kapal)," katanya.

"Jangan pernah membandingkan dengan paket liburan ke pulau “murah” dengan hotel berbintang senilai Rp1,5 juta.  Karena buat kami para mahasiswa yang agak sering duitnya seret 250 ribu itu termasuk mahal," lanjutnya.

Nadhifa menambahkan, Pulau Laki punya sederet atraksi wisata alam yang memukau. Dari mulai satwa liar yang khas dan tidak ada di tempat lainnya.

Selama pengamatannya, ia dan rekannya menemukan banyak jenis burung. Sebagian besar sudah pernah kami jumpai seperti remetuk laut (Gerygone sulphurea), merbah cerucuk (Pycnonotus goiavier), Cekakak sungai (Todiramphus chloris), burung madu sriganti (Nectarinia jugularis), Perkutut (Geopelia striata), ada juga beberapa jenis yang sebelumnya belum pernah kulihat seperti pergam laut (Ducula bicolor), gagak hutan (Corvus enca),  kuntul karang (Egretta sacra), dan burung lainnya yang totalnya mencapai 27 jenis.

"Dari semua burung yang kutemui kowak malam kelabu lah yang nampaknya paling mendominasi. Begitu banyak burung yang kami jumpai, tetapi sayang kami tidak bisa menemukan burung pantai," ucapnya.

Selain itu, keindahan bawah laut Pulau Laki juga memukau perhatian. Banyak anemon laut terhampar luas di beberapa titik pesisir pulau.

Selain anemon terdapat juga teripang, bintang laut, ubur-ubur, dan umang-umang yang banyak tersebar di sepanjang pesisir pantai barat.

"Kami juga menemukan gurita pada pantai berbatu, dan sekelompok monyet ekor panjang di pinggiran hutan. Di dalam hutan, selain burung dan monyet, tidak begitu banyak hewan yang menarik," tambahnya.

Tak heran, jika keindahan pulau tersebut sebenarnya menjadi potensi wisata alam yang bagus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini