Pesawat Boeing 737 yang Tak Beroperasi Selama 7 Hari Harus Diperiksa

Ersa Ambarita, Jurnalis · Minggu 10 Januari 2021 10:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 10 406 2341924 pesawat-boeing-737-yang-tak-beroperasi-selama-7-hari-harus-diperiksa-zJw0SwCc59.jpg Pesawat Boeing 737 Max American Airlines di Bandara La Guardia, New York (Reuters)

LEMBAGA regulator penerbangan sipil Amerika Serikat atau Administrasi Penerbangan Federal (FAA) meminta agar pesawat Boeing 737 NG dan klasik yang tidak dioperasikan selama tujuh hari berturut-turut atau lebih, agar diperiksa.

Hal itu mengingat kemungkinan adanya kerusakan besi atau korosi pada pesawat yang diparkir yang dapat menyebabkan kegagalan mesin ganda. Selama pandemi Covid-19, banyak pesawat parkir berhari-hari bahkan berminggu karena berkurangnya permintaan penerbangan.

Baca juga:  Liburan ke Bali, Traveler Masih Wajib Bawa Surat PCR dan Rapid Antigen

Reuters melaporkan bahwa FAA pada Jumat telah mengeluarkan aturan airworthiness atau kelaikan udara darurat untuk 2.000 yang terdaftar di AS Boeing 737 NG dan pesawat Classic.

Para pengawas menemukan katup pemeriksaan udara yang rusak saat mengeluarkan pesawat dari penyimpanan, menyusul empat laporan baru-baru ini tentang penghentian mesin tunggal pada pesawat yang telah diparkir, yang mendorong instruksi agar pesawat yang tidak dioperasikan selama tujuh hari atau lebih.

 

Alaska Airlines mengatakan salah satu pesawatnya kemungkinan tercatat di empat insiden yang ikut bermasalah mematikan mesin baru-baru ini.

"Keamanan penerbangan tidak terganggu," kata Alaska dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Aljazeera, Minggu (10/1/2021).

Menurut Alaska, sekarang mereka sedang memeriksa katup pemeriksaan sebelum mengembalikan pesawat ke layanan.

Baca juga: Potret Terakhir Oke Dhurrotul Jannah, Pramugari dari Sriwijaya Air yang Hilang 

“Jika maskapai penerbangan menemukan korosi, mereka harus mengganti katup sebelum menerbangkan pesawat lagi, “ kata FAA.

Boeing Co mengatakan pada Jumat bahwa mereka telah menyarankan operator untuk memeriksa pesawat.

“Dengan pesawat yang disimpan atau jarang digunakan karena permintaan yang lebih rendah selama pandemi Covid-19, katup dapat lebih rentan terhadap korosi," ujar Boeing Co.

Maskapai global memarkir ribuan pesawat setelah pandemi virus korona mengurangi permintaan perjalanan secara tajam, tetapi beberapa di antaranya telah mulai terbang lagi karena permintaan meningkat.

FAA mengatakan bahwa arahannya adalah untuk mengatasi korosi katup periksa tahap ke-5 dari udara keluar mesin untuk kedua mesin. Badan regulator tersebut mengatakan hal itu dapat mengakibatkan penghentian mesin compressor dan kehilangan daya mesin ganda tanpa kemampuan untuk memulai kembali.

Boeing mengatakan akan memberikan informasi pemeriksaan dan penggantian kepada pemilik armada jika mereka menemukan masalah. Di antara operator AS 737 lainnya, American Airlines dan Southwest Airlines mengatakan mereka mematuhi arahan tetapi tidak mengalami masalah apa pun.

United Airlines dan Delta Air Lines juga mengatakan mereka mematuhi dan tidak mengantisipasi dampak apa pun pada operasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini