Maret 2021, Arab Saudi Cabut Larangan Penerbangan dan Buka Semua Bandara

Antara, Jurnalis · Minggu 10 Januari 2021 12:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 10 406 2341938 maret-2021-arab-saudi-cabut-larangan-penerbangan-dan-buka-semua-bandara-8MuQnHB02w.jpg Petugas membersihkan lantai sekitar Kakbah di Masjidil Haram, Makkah (Foto SPA/Al Arabiya)

ARAB Saudi siap mencabut larangan penerbangan internasional mulai Rabu, 31 Maret 2021. Pemerintah Saudi akan mengizinkan warganya untuk bepergian ke luar negeri dan kembali ke dalam negeri mulai 31 Maret.

Baca juga:  4 Negara dengan Paspor Terkuat di Dunia

Kantor berita SPA, Jumat lalu melaporkan, Arab Saudi juga akan membuka semua bandar udara, darat dan pelabuhan pada tanggal yang sama.

Sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi awal tahun ini telah mencabut larangan masuk di perbatasan laut, darat, dan udara sehingga akses transportasi dari luar negeri kembali dibuka.

 

Walaupun demikian, warga asing dan pendatang lainnya diminta untuk tidak berada di Inggris, Afrika Selatan, dan negara-negara lain yang melaporkan wabah COVID-19 jenis baru, selama 14 hari sebelum memasuki Arab Saudi, kata seorang pejabat di Kementerian Dalam Negeri, sebagaimana dikutip dari SPA.

Baca juga:  Wisata Seks di Dubai Tumbuh Subur, Buah Mesranya Hubungan UEA-Israel

Otoritas di Arab Saudi pada 21 Desember 2020 menutup perbatasan dan memberhentikan sementara layanan penerbangan internasional komersial guna mencegah varian baru COVID-19 masuk ke negara tersebut.

Larangan itu kemudian diperpanjang pada 28 Desember 2020 selama satu minggu, demikian laporan dari SPA.

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengatakan pihaknya akan terus mengamati dan meninjau perkembangan terbaru seraya memperbolehkan warga asing dan maskapai penerbangan asing keluar dari Arab Saudi.

Saat larangan itu berlaku, distribusi barang dan jasa tetap berjalan normal.

Beberapa negara di dunia, termasuk Indonesia, menutup perbatasannya untuk warga negara asing selama satu sampai dua pekan demi mencegah penularan dua varian baru COVID-19 yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini