Ayah Pramugari Isti Yudha Prastika Bawa Sikat Gigi Putrinya untuk Tes DNA

Nunung Purnomo, Jurnalis · Senin 11 Januari 2021 18:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 11 406 2342683 ayah-pramugari-isti-yudha-prastika-bawa-sikat-gigi-putrinya-untuk-tes-dna-pNUVV4dfeP.JPG Ayahanda Isti Yudha Prastika, pramugari korban Sriwijaya Air serahkan sikat gigi anaknya untuk tes DNA (Foto: iNews/Nunung Purnomo)

DUNIA penerbangan Tanah Air dirundung duka menyusul insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Sebanyak 62 penumpang termasuk awak kabin berada dalam pesawat nahas itu. Salah satunya ialah Isti Yudha Prastika (35).

Isti merupakan pramugari NAM Air yang masih satu grup dengan Sriwijaya Air. Bungsu dari 3 bersaudara itu menggantikan tugas rekannya untuk menempuh perjalanan rute Pontianak-Jakarta. Kemudian ia menumpang pesawat Sriwijaya Air SJ-182 untuk kembali ke Pontianak.

Suasana rumah Isti di Perumahan Reni Jaya, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten seketika berubah jadi nestapa. Keluarga pramugari yang termasuk dalam kru tambahan itu masih harap-harap cemas berharap jasad Isti segera ditemukan.

Baca juga: Sebelum Pesawat Jatuh, Pramugari Sriwijaya Air Mia Tresetyani Telpon Ibu Bilang Hujan

Berbagai ikhtiar pun dilakukan, salah satunya dengan menyerahkan data yang diperlukan untuk tes DNA.

Ayah Isti, Udjang Usman bertolak ke rumah sakit dan posko crisis center untuk menyerahkan sejumlah kebutuhan itu meliputi sikat gigi korban, kartu identitas dan dokumen keluarga lainnya sebagai pelengkap.

Tak ada yang bisa dilakukan keluarga selain banyak berdoa seraya menunggu informasi dari pihak keluarga yang standby di posko crisis center ikhwal keberadaan putri tercintanya itu.

Suasana duka semakin kental, di mana karangan bunga simbol belasungkawa terus berdatangan memenuhi area rumah Isti Yudha Prastika.

Pesawat Sriwijaya Air SJY-182 rute Jakarta-Pontianak sebelumnya dinyatakan hilang kontak pada Sabtu, 9 Januari 2021 sekira pukul 14.40 WIB.

Pesawat itu lost contact tak lama setelah tinggal landas alias take off dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Baca juga: 7 Rahasia Menarik tentang Pramugari yang Harus Penumpang Tahu!

Pesawat jenis Boeing 737-534 itu mengangkut 62 orang yang terdiri dari 50 penumpang (40 dewasa, 7 anak-anak dan 3 bayi), dan 12 kru.

Hingga saat ini tim SAR gabungan masih melakukan pencarian serpihan pesawat dan jasad para korban dengan melakukan penyelaman di laut Kepulauan Seribu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini