Benarkah Pesawat Lawas Lebih Berbahaya Dioperasikan?

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 12 Januari 2021 07:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 11 406 2342765 benarkah-pesawat-lawas-lebih-berbahaya-dioperasikan-QgNsDBTIpB.JPG Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Kemudian, untuk jenis pesawat tertentu seperti Boeing dan Airbus, Bruce mengatakan pesawat ini memang dirancang untuk bertahan lebih lama. Jadi, sudah menjadi hal yang lumrah bila masih banyak pesawat berusia 20, 25, bahkan 35 tahun digunakan untuk kegiatan komersial.

“Mesin utama pesawat itu sangat mahal, karena diproduksi dengan kemampuan yang tangguh dan tahan lama. Memang seharusnya demikian karena pesawat beroperasi di lingkungan bertekanan tinggi dengan daya persentase 65 hingga 85 persen dari daya maksimumnya. Jauh lebih tinggi dibandingkan dengan automobile yang biasanya beroperasi dengan 25 persen dari daya maksimumnya,” beber Bruce.

Baca juga: Jenazah Pramugari Christine Dacera Dimakamkan, Keluarga Tuntut Keadilan

“Rangka pesawat juga dirancang secara konstan untuk mengatur tekanan, depressurization interior, serta menahan tekanan dari kondisi ekstrim,” tambahnya.

Lantas, kapankah waktu yang tepat untuk mempensiunkan pesawat?

Kabin Pesawat

(Foto: Unsplash)

Untuk menjawab pertanyaan ini, Bruce kembali menegaskan bahwa pesawat adalah 'investasi' sangat mahal. Dan kebanyakan maskapai penerbangan lebih cenderung mengganti suku cadang yang sudah tua, daripada membeli pesawat baru. Sebagai gambaran, saat ini pesawat-pesawat model terbaru dibanderol mulai dari Rp1,1 triliun hingga Rp5,6 triliun tergantung merek dan jenisnya.

Selain mesin dan peralatan mekanik, maskapai biasanya mengganti avionic atau sistem elektronik yang dikendalikan dari kokpit. Sementara di dalam kabin, mereka mengganti karpet, kursi, lampu penerangan, dan fitur 'kosmetik' lainnya.

Baca juga: Sebelum Pesawat Jatuh, Pramugari Sriwijaya Air Mia Tresetyani Telpon Ibu Bilang Hujan

“Jadi, kapan maskapai penerbangan memutuskan untuk mempensiunkan pesawat mereka? Semuanya tergantung pada kondisi ekonomi mereka, dan usia pesawat tidak memengaruhi keselamatan penumpang karena kembali lagi bagaimana pihak maskapai merawatnya,” tegas Bruce.

“Ada satu lelucon standar dalam bisnis penerbangan ketika penumpang menanyakan apakah pesawatnya aman, pilot akan berkata, “Menurut Anda, bagamana pesawat ini bisa menjadi setua ini?,” tandasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini