Beruang Madu Kembali Muncul di Jalur Wisata Kelok 44

Antara, Jurnalis · Selasa 12 Januari 2021 21:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 12 406 2343344 beruang-madu-kembali-muncul-di-jalur-wisata-kelok-44-P2UReKOYUn.jpg Beruang madu (Wikipedia)

BERUANG madu (helarctos malayanus) kembali muncul di kawasan ruas jalan dan wisata Kelok 44 tepatnya pada Kelok ke-28 Jorong Kuok Tigo Koto, Nagari Matur Mudiak, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Baca juga: Habis Makan Durian, Beruang Madu Muncul di Jalur Wisata Kelok 44 

Pengendali Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, Ade Putra di Lubukbadung, Selasa (12/1/2021), mengatakan beruang madu itu dilihat oleh Erizal M Sutan Mangkuto (50) saat hendak ke sawah, pada Sabtu 9 Januari 2021 sekitar pukul 15.30 WIB.

"Beruang madu itu berada di sekitar sawahnya dan Erizal langsung menghindar," katanya.

Kelok 44 merupakan salah satu kawasan wisata di Agam. Kelok 44 ada di jalan menuju Danau Maninjau. Terdapat 44 tikungan di jalan sudah teraspal mulus, berkelok dan berliku-liku. Jika di foto dari atas, seperti ular di antara rimbun pepohonan.

Pemandangan sekitar Kelok 44 sangat indah dengan panorama bukit diselimuti pepohonan hijau dan hamparan danau. Orang-orang sering turun di lokasi ini untuk bersantai menikmati pemandangan atau sekadar untuk foto-foto.

Kemunculan beruang madu dikhawatirkan bisa menyerang manusia.

Pada Minggu 10 Januari, Erizal melaporkan temuan satwa liar yang dilindungi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya itu ke BKSDA melalui Resor Agam.

Baca juga:  Batuk-Batuk di Kebun Binatang, 2 Gorila Ini Ternyata Positif COVID-19

Atas laporan itu, petugas Resor Konservasi Sumberdaya Alam Agam ke lokasi untuk klarifikasi dan pengecekan lapangan terkait informasi dari warga tentang kemunculan satwa dilindungi itu pada Senin kemarin.

Hasil wawancara dari saksi mata dan identifikasi lapangan, diduga satwa tersebut merupakan individu yang sama dan pernah muncul beberapa bulan lalu di sekitar Kelok 35 dan Kelok 42.

Upaya penanganan akan dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan analisa prilaku satwa, mengingat upaya pemasangan perangkap beberapa waktu lalu belum membuahkan hasil.

"Apabila beruang itu masih muncul di lokasi yang sama, maka akan kita pasang perangkap, karena keberadaan satwa itu masih berpindah-pindah," katanya.

Ia mengakui beruang madu itu sudah lima kali muncul ke permukiman warga. Beruang madu itu pertama kali muncul di Kelok 35 pada 5 Oktober 2020. Setelah itu kembali muncul di Kelok 42, Padang Galanggang, Sidang Tangah dan Kelok 28.

Untuk itu, Ade mengimbau warga sekitar jalur Kelok 44 untuk meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati saat keluar rumah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini