Tragedi Sriwijaya Air SJ 182 Disorot Chrissy Teigen

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 13 Januari 2021 08:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 13 406 2343477 tragedi-sriwijaya-air-sj-182-disorot-chrissy-teigen-JXlDe8GuW8.jpg Chrissy Teigen. (Foto: Marie Clarie)

PERISTIWA jatuhnya pesawat Sriwijaya Air dengan nonor penerbangan SJ 182 tak hanya menghebohkan masyarakat Indonesia, tetapi juga menjadi sorotan dunia. Tak terkecuali model sekaligus celebrity chef Chrissy Teigen.

Melalui akun twitter pribadinya, @chrissyteigen, istri dari penyanyi John Legend itu melayangkan kritikan tajam kepada pemerintah Indonesia atas insiden jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182 pada Sabtu 9 Desember 2020 lalu di perairan Kepulauan Seribu.

"Masyarakat Indonesia berhak memiliki pemerintahan yang peduli dengan keselamatan mereka saat melakukan perjalanan udara. Insiden ini terlalu sering terjadi," tulis Chrissy Teigen saat mengomentari artikel USA Today terkait musibah yang menimpa Sriwijaya Air.

Baca Juga: Seragam Pramugari Sriwijaya Air Ditemukan 2 Mil dari Pulau Laki

twitter

Sebelumnya, dijelaskan bahwa pesawat take off dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Pontianak pada pukul 14.36 WIB. Selanjutnya pada pukul 14.37 WIB melewati 1.700 kaki dan melakukan kontak dengan Jakarta Approach. Pesawat diizinkan naik ke ketinggian 29.000 kaki dengan mengikuti Standard Instrument Departure.

“Pukul 14.40 WIB, Jakarta Approach melihat pesawat Sriwijaya Air tidak ke arah 075 derajat melainkan ke Barat Laut (North West), oleh karenanya ditanya oleh ATC untuk melaporkan arah pesawat,” tulis pihak Kemenhub seperti dikutip dari Setkab.go.id.

Tidak lama kemudian, dalam hitungan detik, pesawat hilang dari radar. Manajer operasi langsung berkoordinasi dengan Basarnas, bandara tujuan, dan instansi terkait lainnya.

Unggahan Chrissy sontak memicu perdebatan di kalangan netizen dunia. Selain menyampaikan ucapan belasungkawa, sebagian netizen turut mengkritisi industri penerbangan Indonesia berdasarkan pengalaman mereka masing-masing.

"Banyak permasalahan yang berasal dari pelatihan pilot yang tidak lengkap atau kurang. Suamiku adalah seorang pilot komersial di Amerika, dan dia mengatakan kepada teman-temannya untuk tidak menebangkan maskapai asing keluar dari Asia. Ini bukan perkara pesawatnya, ini bukan salah Boeing, ini karena minimnya pelatihan SDM," tulis akun @Macart611.

Baca Juga: Sandiaga Uno: 2021 Lembaran Baru Penuh Ujian, Corona Masih Ancaman Nyata!

"Sejak tahun 2007-2016, Amerika Serikat telah melarang pesawat asal Indonesia terbang di wilayah mereka karena tingginya tingkat kecelakaan. Uni Eropa juga melakukan hal yang sama sejak tahun 2007-2018. Aku setuju denganmu Chrissy," tulis akun @Mr_Segundus.

Di tengah perdebatan tersebut, seorang netizen asal Indonesia @silvaisma mencoba memberikan sudut pandang lain kepada Chrissy dan followersnya. Ia mengatakan, sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk mencari siapa yang bertanggung jawab atas insiden jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182.

"Sungguh berita yang sangat menyedihkan. Indonesia sedang berduka. Tapi, kami belum tahu apa yang melatarbelakangi insiden ini, karena penyelidikan masih berlangsung. Jangan membuat pernyataan tentang siapa yang harus disalahkan dan siapa yang berhak atas apa. Tanda belasungkawa jauh lebih baik, terutama untuk keluarga korban," tulis Silva.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini