Pandemi Ubah Tren Perhotelan, Apa Saja yang Berubah?

Muhammad Ali Hafizhuddin, Jurnalis · Rabu 13 Januari 2021 20:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 13 406 2343700 pandemi-ubah-tren-perhotelan-apa-saja-yang-berubah-yAVQjh2QTa.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

INDUSTRI perhotelan di tengah pandemi Covid-19 akan terus menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Selain staycation, banyak tren baru yang dihadapi dunia perhotelan.

Mungkin traveler juga akan merasakan tren tersebut. Saat menginap di hotel, Anda mencari hotel nyaman yang menerapkan protokol kesehatan ketat, menginap lebih lama di hotel atau hal lain.

Beberapa gagasan penting yang terkait dengan data dan analitik perusahaan GlobalData. Berikut adalah beberapa tren perhotelan yang patut diperhatikan di 2021, seperti dikutip Foxnews, Rabu (13/1/2020).

Meningkatkan protokol kebersihan

 hotel

Industri perhotelan dengan cepat menerapkan prosedur keselamatan dan kebersihan yang ditingkatkan dalam beberapa minggu atau bulan, setelah pandemi Covid-19 pertama kali dideklarasikan pada Maret 2020. Perusahaan juga terus membangun dan meningkatkan berbagai program dan kemitraan menginap yang sehat di era baru, untuk meyakinkan tamu mereka.

Waktu menginap yang diperpanjang

 

Hotel dan resor memperkenalkan program dan paket tinggal yang diperpanjang secara massal tahun lalu, dan kini tren itu akan berlanjut pada 2021 karena para tamu ingin tinggal lebih lama. "Wisatawan akan mencari tempat menginap untuk melakukan lebih sedikit perjalanan atau karena pembatasan perjalanan yang sedang berlangsung. Tetapi, bagi mereka yang melakukan perjalanan, diharapkan juga tinggal lebih lama untuk mengambil apa yang mereka bisa ketika mereka bisa", kata Analis Perjalanan & Pariwisata GlobalData Ralph Hollister.

Baca Juga: Pilot-Pilot yang Berhasil Selamatkan Pesawat Penumpang dengan Pendaratan Darurat di Air

Kamar yang nyaman untuk bekerja

Dengan banyaknya wisatawan yang memilih untuk tinggal lebih lama, perjalanan mereka mungkin tidak terbatas pada waktu luang, dan oleh karena itu mereka akan mencari kamar agar dapat bekerja dengan nyaman sambil menikmati lebih banyak privasi dibandingkan dengan wilayah perkantoran. WiFi yang cepat dan ruang kerja yang praktis, dapat menjadi faktor penentu bagi banyak wisatawan yang ingin menggabungkan pekerjaan dan waktu kosongnya pada 2021.

Teknologi touchless

Meminimalkan kontak langsung akan terus menjadi tujuan utama di seluruh sektor perjalanan di tahun baru karena hotel serta bandara, restoran, dan tempat lain telah beralih ke aplikasi seluler dengan kode QR, untuk mengurangi penyebaran kuman atau virus yang berbahaya. "Pada 2021, hotel akan meningkatkan teknologi yang mengurangi jumlah kontak langsung. Kemampuan seperti check-in dan check-out online, kunci seluler, dan pengaturan kamar yang dikendalikan oleh teknologi Internet of Things (IoT) akan menjadi lebih umum", tambah Hollister.

Fleksibilitas ditambahkan

Perusahaan properti yang berhasil adalah mereka yang mampu menawarkan fleksibilitas tambahan kepada tamu melalui pengembalian dana 100% untuk pembatalan di menit-menit terakhir, bersama dengan kebijakan pengurangan risiko lainnya.

"Memiliki kebijakan pembatalan yang fleksibel di situs web hotel akan sangat penting dalam memastikan pemesanan langsung, dan kebijakan yang dilonggarkan ini akan berlanjut pada 2021," ungkapnya.

Misalnya, Marriott International baru saja memperpanjang kebijakan pembatalan global 24 jam hingga 31 Maret 2021. Perpanjangan ini menjadi trend di tahun depan dan harus dicontoh oleh para pesaingnya agar tetap kompetitif," prediksi Hollister.

Baca Juga: Seragam Pramugari Sriwijaya Air Ditemukan 2 Mil dari Pulau Laki

Peningkatan privasi

Selain fleksibilitas, wisatawan akan mencari privasi yang lebih tinggi pada tahun 2021. Penyewaan rumah jangka pendek melalui Airbnb dan Vrbo serta vila yang ramah keluarga dan kelompok dari Villas of Distinction, dan lainnya yang menawarkan lebih banyak ruang privasi kepada tamu, kamar hotel akan terus diminati.

Ruang luar ruangan

 hoetl

Di 2021, wisatawan akan merasa lebih aman menghabiskan waktu di luar ruangan dibandingkan di ruang tertutup saat berada di tempat umum. Baik itu ruang pertemuan dan acara penting, makan bersama di luar ruangan, atau ruang hijau untuk relaksasi atau sesi yoga, semakin banyak properti yang ingin menggabungkannya dengan nuansa alam bebas untuk pengalaman tamu yang baru.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini