Museum Digital Hidupkan Kembali Gambar-Gambar Bersejarah Arab Saudi

Salman Mardira, Jurnalis · Kamis 14 Januari 2021 05:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 13 406 2343857 museum-digital-hidupkan-kembali-gambar-gambar-bersejarah-arab-saudi-DEbL7XkJMP.jpg Foto hitam putih Raja Abdul Aziz dalam lawatan bersejarah ke Mesir pada 1946 sudah diberi warna (Arab News)

SEORANG kurator museum digital menghidupkan kembali sejarah Arab Saudi untuk masa depan lewat artificial intelligence (AI).

Omar Mursyid, yang mendirikan Museum Digital Al-Masmak satu dekade lalu, dengan susah payah mengubah foto hitam-putih tua dan cuplikan film langka menjadi gambar berwarna.

Baca juga: Arab Saudi Tawarkan 300 Paket Wisata dan Safari di Alam Liar

Proyek tersebut memperlihatkan gambar lama dari peristiwa bersejarah. Ia juga menghidupkan kembali landmark Arab Saudi.

Mursyid mendirikan museum digitalnya pada 2011 sebagai platform budaya dan rekreasi yang mendokumentasikan acara-acara kerajaan dan kegiatan besar di Saudi.

Ia telah membuat sejumlah inisiatif untuk menghidupkan kembali warisan Arab Saudi dengan menggunakan teknologi terbaru, salah satunya jam saku.

“Saya memilih jam saku yang dibuat pada tahun 1940-an, salah satu hadiah dari Raja Faisal bin Abdul Aziz Al-Saud, Menteri Luar Negeri Saudi saat itu, dan menggunakan pemindai 3D untuk memindainya,” katanya seperti dilansir dari Arab News, Kamis (14/1/2021).

“Mengingat teknologi ini masih baru dan sedang dikembangkan, hasilnya tidak sempurna, dan beberapa celah muncul pada struktur jam tangan. Oleh karena itu, saya harus menyesuaikannya secara manual, yang membutuhkan banyak waktu dan tenaga.”

Baca juga: Ini Tempat Wisata Favorit Milenial Arab Saudi di Musim Dingin

Namun, inisiatif terbarunya adalah termasuk memulihkan dan menyempurnakan gambar dan video hitam-putih.

“Saya menggunakan Adobe Photoshop untuk mewarnai foto dan harus menambahkan warna dan menyesuaikan lapisan secara manual. Ini adalah proses panjang yang membutuhkan kerja berjam-jam."

Aplikasi khusus juga dapat secara otomatis mengidentifikasi bayangan warna yang terlihat pada foto hitam-putih atau sepia. Namun mewarnai cuplikan film lama adalah proses yang jauh lebih rumit.

“Itulah mengapa saya harus menggunakan perangkat lunak AI terbaru. Teknologi ini memberikan beberapa pengalaman sebelum menampilkan hasilnya. Perangkat lunak ini bekerja untuk mendekompresi video menjadi gambar dan bingkai dan mewarnai masing-masing secara terpisah,” katanya.

Film yang menampilkan Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah selama musim haji 1954, dan kunjungan bersejarah Raja Abdul Aziz ke Mesir pada 1946, termasuk di antara gambar-gambar yang dipilih untuk pemulihan warna.

Karya Mursyid dapat dilihat di akun Instagram Al-Masmak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini