Asahan Kini Punya Wisata Alam Tracking Mangrove di Silo Baru

Antara, Jurnalis · Rabu 13 Januari 2021 16:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 13 408 2343602 asahan-kini-punya-wisata-alam-tracking-mangrove-di-silo-baru-ZFLTdSDF31.jpg Ilustrasi hutan mangrove (Antara)

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) menambah destinasi wisata alam berupa tracking atau selasar mangrove seiring program rehabilitasi kawasan mangrove yang dilakukan di Desa Silo Baru, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

"Program rehabilitasi kawasan mangrove ini digandengkan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Padat Karya yang melibatkan masyarakat dalam pembangunannya," kata Plt Dirjen Pengelolaan Ruang Laut (PRL) KKP Tb Haeru Rahayu di Jakarta, Rabu (13/1/2021).

Baca juga:  Jepara Tetap Tutup Objek Wisata Meski Tak Wajib Terapkan PPKM

Tb Haeru mengemukakan selasar mangrove tersebut termasuk dari pelaksanaan program Pusat Restorasi dan Pengembangan Ekosistem Pesisir (PRPEP).

Ia mengatakan PRPEP merupakan program KKP yang ditujukan untuk restorasi alam sekaligus difungsikan sebagai destinasi wisata terbatas.

 

Ia berpendapat bahwa, mangrove tidak hanya memiliki nilai visual, tetapi juga menyimpan nilai edukasi dan ekonomi.

"Selain tracking mangrove, KKP sebelumnya juga membangun nursery mangrove di Asahan untuk melengkapi rehabilitasi hutan mangrove yang cukup besar potensinya di Asahan," ucapnya.

Baca juga:  Sandiaga Ingin Bikin Spot Instagramable & Konten TikTok di Ekowisata Mangrove

Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang, Mudatstsir mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam pembangunan PRPEP di Desa Silo Baru, Kecamatan Silo Laut, Kabupaten Asahan.

"Selama lebih kurang 56 hari kerja, masyarakat sejak siang bahkan malam hari, berperan aktif dalam pembangunan tracking di Silo Baru. Ini luar biasa mengingat medan yang lebih sulit dari empat lokasi pembangunan tracking lainnya,” ujar Mudatstsir.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Usaha Perikanan Dinas Perikanan Asahan Tommy Prasetya mengutarakan harapannya agar selasar mangrove di Asahan bisa berkembang menjadi destinasi utama yang lengkap di Asahan.

"Kita berharap ini bisa menjadi destinasi utama untuk kunjungan berwisata bagi masyarakat Asahan. Jadi pusat edukasi lingkungan, edukasi mangrove bagi semua kalangan karena mangrove ini tidak hanya menyajikan pemandangan, tapi juga potensi yang bisa di kelola sebagai bahan dasar makanan seperti sirup dodol dan lain-lain,” jelas Tommy.

ilustrasi

Pengembangan hutan mangrove di Kabupaten Asahan ini pun turut didukung oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Asahan.

Selain bantuan dari KKP, kawasan di sekitar tracking juga akan disulap Pemda Kabupaten Asahan bersama masyarakat menjadi wisata hutan mangrove yang lengkap dengan kuliner dengan mengusung konsep ekowisata yang mengedepankan aspek konservasi alam, pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini