Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Tak Layak Terbang? Ini Kata Kapten Vincent Raditya

Fatha Annisa, Jurnalis · Kamis 14 Januari 2021 17:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 14 406 2344165 pesawat-sriwijaya-air-sj-182-tak-layak-terbang-ini-kata-kapten-vincent-raditya-1JzmwnCZ1f.jpg Kapten Vincent Raditya. (Foto: Instagram @vincentraditya)

PESAWAT Sriwijaya Air SJ 182 yang sudah berusia 26 tahun membuat banyak warganet beranggapan bahwa hal itu merupakan penyebab jatuhnya pesawat tersebut. Vincent Raditya, atau yang biasa disapa Kapten Vincent menerima banyak pertanyaan mengenai isu terkait.

Melalui akun YouTube-nya, Kapten Vincent akhirnya menanggapi hal yang menjadi kekhawatiran terbesar warganet, yakni 'Bahayakah pesawat tua ketika diterbangkan? Seberapa panjang umur pesawat paling ideal untuk digunakan?'. Video berdurasi kurang dari 11 menit itu lantas mendapatkan perhatian masyarakat dan trending di YouTube.

"Itu paling banyak ditanyakan karena mereka khawatir terbang dengan pesawat tua. Ini yang harus diluruskan. Saya akan memberi pandangan sebagai seorang pilot mengenai pesawat tua yang diterbangkan," kata Vincent.

Vincent menjelaskan, pesawat bisa dikatakan tua jika sudah memasuki 50.000 jam ke atas. Tidak ada limitasi pesawat harus berhenti dioperasikan selama kondisi pesawat selalu dipelihara dengan baik. Hanya saja, semakin banyak jam terbang maka semakin banyak biaya yang harus dikeluarkan maskapai untuk melakukan pengecekan.

Baca Juga: Pramugari Sisi Asih Ungkap Arti Lambaian Tangan Kru Bandara saat Pesawat Take Off

"Jadi tidak ada limitasi di mana pesawat itu harus stop dioperasikan. Sampai pesawat tahun 1930-40 kalau memang dia di-maintenance dengan baik masih bisa digunakan," imbuh dia.

 vincent

"Cuma yang menjadi masalah adalah cost. Cost untuk memperbaiki pesawat itu semakin lama pesawat itu in service semakin banyak jam terbangnya, otomatis semakin banyak pengecekan yang harus dilakukan," tambahnya.

Pengecekan yang dimaksud bukan hanya dari air frame-nya saja, mesinnya pun mendapat perhatian serupa. Vincent juga menyebut bahwa di bagian dalam dari hot section-nya harus diganti sekitar 20.000 jam, dan core section-nya kurang lebih sekitar 25.000 jam.

"So, airline semakin berpikir ketika harus replace-replace sendiri, tiba di suatu titik di mana mereka harus keluarkan uang terlalu besar, jadi enggak worth it lagi untuk dipertahankan pesawat itu lebih baik ganti pesawat baru. Mungkin lessor memudahkan kita lease pesawat itu sendiri," jelas dia.

 

Menurutnya, pesawat yang tak difungsikan lagi ialah yang biaya tiket sudah tidak menutup operasinya, karena terlalu banyak biaya yang dikeluarkan untuk pemeliharaan. Semakin baru pesawat maka akan semakin efisien, tetapi bukan berarti tidak akan jatuh dan pasti bagus.

"Karena airline ini kan bawa penumpang, dihitung lagi dari total operating cost-nya, 'Apakah masuk nih yang kita jual nih dengan penumpang, kargo itu sendiri?’ Ya kebanyakan pesawat baru well maintenance tapi tidak bisa menjadi satu indikator di mana, 'Wah pesawat baru pasti tidak kenapa-kenapa'" imbuh Vincent.

"'Pesawat bekas ini pasti ada apa-apa malah'. Enggak, Enggak juga. Saya banyak melihat pesawat yang sudah cukup tua mereka di-well maintenance, bahkan saya melihat pesawat baru yang ada banyak list kerusakan ketika harus terbang," jelasnya.

Baca Juga: Viral Curhat Sedih Anak Pramugari Gita Lestari, Korban Sriwijaya Air SJ 182

Vincent mengatakan, perlu ada klarifikasi bahwa pesawat tua dan muda sebagai satu indikator, apalagi kalau pesawat jatuh itu karena tua. Karena ada pula pesawat yang jatuh juga masih muda.

"Sriwijaya Air ini, saya bukan membela maskapai, track record-nya dari tahun-tahun lalu mereka selalu menggunakan pesawat dari Boeing 737 Klasik, 737 NG sekian lama belum pernah kejadian. Dan, pesawat yang walaupun itu baru ada juga yang kejadian. Jadi kita tidak bisa memasalahkan berdasarkan dari umur pesawat," ungkap Vincent.

Terakhir, menurut Vincent, usia pesawat tidak bisa menjadi satu determinasi kelayakan pesawat untuk beroperasi. Untuk terjadinya suatu kecelakaan ada banyak faktor yang dapat menjadi penyebabnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini