Uni Eropa Pertimbangkan Sertifikat Vaksin untuk Dongkrak Pariwisata

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Jum'at 15 Januari 2021 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 15 406 2345017 uni-eropa-pertimbangkan-sertifikat-vaksin-untuk-dongkrak-pariwisata-Os25cXCMxp.jpg Ilustrasi (Foto: RFI)

DORONGAN untuk memberikan hak istimewa berupa perjalanan khusus kepada mereka yang telah divaksinasi Covid-19 mendapat respon Uni Eropa.

Tak dipungkiri, tren meningkatnya infeksi virus corona di sejumlah negara Eropa mengurangi harapan untuk keluar dari lockdown yang jelas berimbas pada denyut ekonomi.

Seperti diwartakan laman Executive Traveller, para pemimpin Uni Eropa bakal menggelar teleconference pada 21 Januari 2021 mendatang untuk membahas wacana penerbitan sertifikat vaksin yang memungkinkan pemegangnya bepergian dengan bebas.

“Proposal kebijakan tersebut mendapat dukungan yang semakin besar,” kata seorang pejabat Uni Eropa.

Sementara diplomat lainnya mengingatkan bahwa kebijakan itu bisa saja menuai kontra dari negara lain karena dianggap ilegal.

Baca juga: 7 Wisata Virtual Terbaik yang Bisa Dinikmati pada 2021

Kampanye sertifikat vaksin mencuat pasca Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis secara resmi menyurati Ketua Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, awal pekan ini.

Namun, keputusan memperluas hak istimewa bepergian ke seluruh wilayah Uni Eropa mungkin tidak akan terealisasi dalam waktu dekat. Sebab, vaksin belum tersedia untuk semua orang di blok tersebut, dan persediaannya pun masih terbatas.

Sementara itu negara-negara lain yang tergabung dalam Uni Eropa bisa bisa langsung mengontrol perbatasannya. Sebab, kontrol perbatasan merupakan kebijakan negara masing-masing.

Badan Eksekutif Uni Eropa di Brussel mengatakan, pihaknya sedang memertimbangkan tentang gagasan sertifikat vaksinasi sebagai bagian dari upaya untuk menjaga perbatasan internal tetap terbuka.

“Kami sedang dalam diskusi aktif dengan negara-negara anggota mengenai pengakuan sertifikat vaksinasi, sama seperti kami sedang mengerjakan pengakuan tes,” ujar Juru Bicara Transportasi dan Kesehatan Uni Eropa, Stefan De Keersmaecker.

"Ini adalah masalah penting untuk pergerakan bebas di Uni Eropa," imbuh Stefan.

Para pemimpin negara kemungkinan akan meminta komisi untuk mengajukan proposal untuk sertifikat vaksinasi pekan depan. Pimpinan juga akan meminta tindakan eksekutif untuk mempercepat vaksinasi dan meningkatkan kapasitas produksi.

Baca juga: Harga Tiketnya Rp500 Jutaan, Ini 12 Maskapai Paling Mahal

Terlebih Uni Eropa tertinggal di belakang Amerika Serikat, Inggris, Israel dan Uni Emirat Arab (UEA) dalam memvaksinasi penduduknya.

Jika masih ditunda dan melanjutkan lockdown, bukan mustahil maka negara-negara tersebut terjun ke jurang resesi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini