Bangkalan Kembangkan Wisata Kuliner, Bebek Sinjay Salah Satunya

Antara, Jurnalis · Sabtu 16 Januari 2021 09:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 16 301 2345382 bangkalan-kembangkan-wisata-kuliner-bebek-sinjay-salah-satunya-6c4Ofwh0hd.JPG Nasi Bebek Sinjay khas Madura (Foto: Instagram/@mubengjajan)

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Madura, Jawa Timur tengah mengembangkan objek wisata kuliner sebagai upaya untuk menghidupkan perekonomian warga di masa pandemi Covid-19 ini.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Pemkab Bangkalan, Muhammad Hasan Faisol mengatakan, selain karena memang dibutuhkan oleh masyarakat, pengembangan wisata kuliner itu juga bertujuan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah.

"Sebab berdasarkan kajian yang selama ini kami lakukan, Bangkalan ini kuat di bidang kuliner. Banyak makanan khas Bangkalan yang digemari oleh masyarakat di luar Bangkalan, khususnya masyarakat sekitar Surabaya," kata Hasan.

Baca juga: Liburan ke Madura, Jangan Lupa Santap Rujak Selingkuh

Ia mencontohkan seperti Bebek Sinjay. Penikmat kuliner Bebek Sinjai ini, sambung dia, bukan hanya masyarakat Bangkalan dan warga Madura dari tiga kabupaten lainnya, yakni Sampang, Pamekasan dan Sumenep saja, akan tetapi banyak juga dari Surabaya.

Persentase penikmat kuliner Bangkalan, justru lebih banyak dari luar Madura, sehingga Pemkab Bangkalan memandang penting memfasilitasi pengembangan wisata kuliner di Kabupaten Bangkalan.

Hasan menambahkan, salah satu lokasi yang menjadi objek wisata kuliner baru di Kabupaten Bangkalan yakni Taman Rekreasi Kota.

"Nah, untuk mewujudkan itu, maka pedagang kaki lima (PKL) yang ada di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) dipindahkan ke Taman Rekreasi Kota tersebut," katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Menegah Bangkalan, Iskandar Ahadiyat mengakui, potensi bisnis kuliner di Bangkalan memang bagus, sehingga pemkab sepakat memfasilitasi pengembangan objek wisata itu.

"Para pedagang yang akan kita bina adalah pedagang kali lima. Mereka kita beri pelatihan berupa teknik pengemasan, sistem pelayanan, termasuk pelatihan manajemen pengelolaan keuangan," kata Iskandar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini