Bangka Belitung Kembangkan Wisata Sejarah Mercusuar di Kawasan Mangrove

Antara, Jurnalis · Minggu 17 Januari 2021 01:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 16 406 2345616 bangka-belitung-kembangkan-wisata-sejarah-mercusuar-di-kawasan-mangrove-RHDcVZI62n.JPG Wisata hutan mangrove (Foto: Instagram/@leebongisland)

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) akan mengembangkan wisata sejarah mercusuar dan hutan mangrove di Desa Batu Betumpang Pulau Besar Kabupaten Bangka Selatan, guna meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah itu.

"Mercusuar bersejarah di Batu Betumpang ini memiliki potensi sebagai daya tarik wisata daerah ini," ungkap Gubernur Kepulauan Babel, Erzaldi Rosman Djohan saat meninjau hutan mangrove di Desa Betumpang, Sabtu kemarin.

Menurut dia, pengembangan sektor pariwisata di Desa Batu Betumpang, Kecamatan Pulau Besar Kabupaten Bangka Selatan, karena memiliki potensi yang sangat besar untuk mendorong perekonomian masyarakat di tengah pendemi Covid-19.

Baca juga: Asahan Kini Punya Wisata Alam Tracking Mangrove di Silo Baru

"Kebetulan di kawasan hutan mangrove ini ada mercusuar bersejarah dan ini bisa menjadi daya tarik wisata, sehingga nantinya banyak orang berwisata ke sini sekaligus pengelola hutan ini bisa membudidayakan kepiting bakau," tegasnya.

Erzaldi lantas mengapresiasi masyarakat yang selama ini berkomitmen menjaga hutan bakau dan pemerintah akan terus melakukan pendampingan langsung dan secara bertahap untuk mengembangkan kawasan ini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah dan mangrove di Babel.

"Saya berharap kawasan hutan ini tetap terjaga kelestariannya, walaupun daerah ini dikenal sebagai daerah tambang," tuturnya.

Sementara, Kepala Dinas Kehutanan Pemprov Kepulauan Babel, Marwan mengatakan, selain pemanfaatan hutan sebagai pengembangana wisata dan mangrove, warga juga didorong menanam berbagai komoditi seperti jahe merah, porang, kapulaga yang terintegrasikan.

"Mengingat Pokdarwis Mercusuar Desa Batu Betumpang ini merupakan salah satu kelompok yang mendapatkan bantuan dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang masuk dalam program padat karya. Bantuan ini dapat berlanjut di 2021," kata Marwan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini