Mengenang Pramugari Oke Dhurrotul Jannah Korban Sriwijaya Air yang Berhasil Diidentifikasi

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Senin 18 Januari 2021 12:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 18 406 2346313 mengenang-pramugari-oke-dhurrotul-jannah-korban-sriwijaya-air-yang-berhasil-diidentifikasi-QSQFBRxBeg.jpg Pramugari Oke Dhurrotul Jannah. (Foto: Instagram)

TIM Disaster Victim Identification (DVI) RS Polri Kramat Jati telah berhasil mengidentifikasi total 29 korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air  SJ 182 hingga Minggu 17 Januari 2021 malam. Salah satu korban yang berhasil diidentifikasi adalah pramugari NAM Air Oke Dhurrotul Jannah.

Ia menjadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air 182 karena ikut menumpang sebagai extra crew yang bertugas untuk membawa pesawat Nam Air dari Pontianak ke tempat lain, bersama 6 orang kru lainnya. Dalam daftar manifest penumpang yang telah dirilis resmi Sriwijaya Air, Oke terdaftar dengan nomor 44.

Pramugari cantik berusia 24 tahun ini tinggal di Desa Cihanjuang Rahayu, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Destri, adik sepupu Oke mengungkapkan bahwa Oke mempunyai prestasi yang bagus. Saat mendengar bahwa pesawat Sriwijaya Air 182 hilang kontak pada hari Sabtu, Oke terkejut bukan main setelah melihat saudaranya ada dalam daftar korban Sriwijaya Air 182.

Destri cerita bahwa hobi Oke adalah menggambar dan naik gunung. Diintip dari laman Instagram @okedhurrotuljannah, satu hari sebelum ikut dalam penerbangan Sriwijaya Air itu, pramugari cantik itu sempat menambahkan cerita pada instagram pribadinya.

"The Best Time for New Beginning is Now" tulis @okedhurrotuljannah pada gambar yang diunggahnya.

Baca Juga: Ungkapan Sedih Pramugari NAM Air Yuni untuk Awak Kabin Sriwijaya Air 182

Dalam gambarnya tersebut ia juga membuat sebuah papan petunjuk yang menunjuk ke segala arah dengan berbagai tulisan, seperti paradise, work, family, love, home sweet home, life, dan hope.

 oke

Unggahan terakhir Insta Story pramugari kelahiran 1998 itu cukup menyentuh hati. Apalagi ia juga menambahkan tulisan "Finally finished" dan stiker hati.

Dikatakan Destri lebih lanjut, Oke juga bercita-cita ingin punya coffee shop. Saat ini sedang mengumpulkan modal. Destri juga bercerita bahwa ia setiap hari chattingan dengan Oke dan merasa bahwa ia dekat sekali dengan almarhumah.

 

Terakhir kali chattingan dengan mendiang yaitu ketika Oke pamit kepada Destri satu jam sebelum Sriwijaya Air lepas landas ke Pontianak

“Kebiasaan Oke memang begitu. Suka ngasih kabar satu jam sebelum terbang dan satu jam sesudah turun,” kata Destri saat ditemui wartawan, baru-baru ini.

Pertemuan terakhir dirinya dengan Oke, yaitu saat malam tahun baru. Saat itu semua keluarga berkumpul. Oke pamit dikarenakan ada tugas pramugari di Jakarta.

Ditanya firasat, Destri menyebutkan tidak ada yang aneh. Termasuk saat Oke berangkat. Setiap terbang, Oke selalu memberikan kabar saat akan pergi maupun setelah mendarat. Namun kemarin tidak ada kabar sama sekali. Padahal kalau terbang tidak akan lebih dari tiga jam.

 oke

"Dari situ saya coba kontak tapi tidak bisa. Baru jam tiga sore ada kabar dari kerabat kalau Oke ada di pesawat yang jatuh. Tidak lama pihak Sriwijaya Air juga memberikan kabar yang membuat semua keluarga histeris," tutur Destri.

Sebagai informasi, almarhumah Oke merupakan almamater SD Mathlaul Anwar Margahayu, SMP 2 Margahayu, dan lulusan SMAN 1 Margahayu Kabupaten Bandung angkatan 2015. Sesudah lulus SMA, Oke meneruskan ke sekolah pramugari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini