Meskipun Ada Vaksin Covid-19, Industri Travel Baru Bisa Pulih 2022

Fatha Annisa, Jurnalis · Senin 18 Januari 2021 15:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 18 406 2346440 meskipun-ada-vaksin-covid-19-industri-travel-baru-bisa-pulih-2022-xucycoAlLN.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

KEBERADAAN vaksin Covid-19 yang nampaknya aman dan efektif menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah kapan kita bisa berlibur lagi?

Tetapi membuat banyak vaksin Covid-19 dan memberikannya kepada orang-orang akan menjadi tantangan yang luar biasa. Oleh karenanya, untuk kembali melakukan perjalanan mewah seperti biasa masih akan memakan waktu cukup lama.

Jadi, jawaban atas pertanyaan kapan kita bisa bepergian sepertinya tidak dalam waktu dekat. Tetapi mungkin pada suatu saat di tahun ini. Meskipun tidak menutup kemungkinan, hal itu juga dapat berubah.

Di Hong Kong, vaksin Covid-19 akan diberikan gratis oleh pemerintah mungkin secara eksklusif, tapi tidak wajib. Pemerintah berharap program vaksinasi Covid-19 akan dimulai pada Januari dan telah mengamankan pasokan tiga vaksin dari tiga sumber berbeda yang akan tiba pada waktu yang berbeda selama tahun 2021. Vaksin-vaksin tersebut adalah Sinovac dari China, BioNTech/Pfizer dari Jerman dan Amerika, dan Oxford/AstraZeneca dari Inggris.

Baca Juga: Selama PPKM, Duh Jumlah Pendaki Gunung Lawu Paling Banyak 50 Orang

 hong kong

Beberapa yurisdiksi lain di seluruh dunia telah memulai program vaksinasi. Israel, dengan populasi lebih besar dari Hong Kong, tampaknya menjadi yang tercepat dalam meluncurkan program ini. Saat ini mereka telah memvaksinasi sekitar 2% dari populasinya per hari. Sementara negara-negara kecil dan kaya lainnya di Timur Tengah tidak jauh di belakang.

Namun, belum ada berita kapan orang dapat bepergian dengan bebas dan tanpa melakukan karantina. Hong Kong masih melarang non-penduduk masuk dan mewajibkan semua penduduk yang masuk melakukan karantina selama 21 hari. Sedangkan sebagian besar tempat lain memiliki batasan yang sama ketat.

Vaksin perlu diluncurkan ke banyak orang dengan efeknya yang akan terus dipantau. Khususnya pengaruh terhadap kemampuan virus untuk menginfeksi orang lain, sebelum yurisdiksi mana pun akan berpikir untuk menurunkan kewaspadaannya pada syarat pembatasan perjalanan.

 

Ketua Badan Perdagangan Perjalanan Dewan Industri Perjalanan Hong Kong, Jason Wong, mengatakan sentimen di industri ini optimis tetapi hati-hati.

“Saya pikir kesiapan vaksin adalah kabar baik untuk kita, tetapi in belum waktunya untuk menilai dampak pada permintaan. Butuh waktu untuk publik mempercayai efektivitas dari vaksin tersebut," katanya dikutip Okezone dari South China Morning Post.

“Semua orang sangat menantikannya. Permintaanya sudah ada: orang Hong Kong sangat suka bepergian. Tapi kami mengerti hal itu tidak akan kembali ke level sebelum Covid dalam satu malam," lanjutnya.

Baca Juga: Benteng Vasternburg Disulap Jadi RS Lapangan Covid-19

Menurut David Keen, pendiri dan CEO agensi branding perhotelan yang berbasis di Bangkok, dengan pengumuman vaksin tersebut, akhir 2020 dan terpilihnya Joe Biden di Amerika, ada ekspektasi bahwa entah bagaimana pandemi Covid-19 akan selesai.

"2021 akan menjadi sangat mengerikan secara global; 2022 mungkin akan menjadi lebih baik. Kata operatifnya adalah ‘volatile’," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini