Kristen Gray Viral, Begini Aturan WNA Tinggal di Bali saat Pandemi Covid-19

Bima Setiyadi, Jurnalis · Senin 18 Januari 2021 19:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 18 406 2346603 kristen-gray-viral-begini-aturan-wna-tinggal-di-bali-saat-pandemi-covid-19-01zbNCCX4W.jpg Bali (Telegraph)

KRISTEN Gray, nama turis Amerika Serikat kini viral dan menjadi perbincangan warganet karena mengajak warga negara asing (WNA) pindah ke Bali di masa pandemi Covid-19. Lewat akun Twitter @kristentootie mengaku ada informasi cara masuk Bali dengan mudah.

Lebih dari 12.000 warganet membahas "Kristen Gray" dan isu ini menjadi trending topik di Twitter, Senin (18/1/2021).

"WHO IS KRISTEN GRAY?

Dia adalah pemegang "Visa Turis" yang tinggal di Indonesia melebihi batas waktu visanya, dia mengajak American stay di Bali dengan cara ilegal, tidak bayar pajak, melanggar protokol COVID-19. Dan parahnya dia jual eBook berisi cara masuk Indo ilegally," tulis akun @bayuarisandee yang dikutip Senin (18/1/2021).

Baca juga: Imigrasi Cari Turis Amerika yang Viral Ajak WNA Pindah ke Bali

Kristen Gray merupakan perempuan asal Amerika Serikat keturunan Afrika dan telah tinggal di Bali selama satu tahun terakhir. Alasan Kristen Gray pindah ke Bali karena ia mengaku sulit mendapat pekerjaan di asal negaranya, Amerika Serikat.

Tidak hanya itu, biaya hidup yang tinggi di Amerika, semakin membulatkan tekadnya untuk segera pindah ke Bali. Sebelum akun twitternya @kristentootie ditutup, dia mengajak orang asing pindah ke Bali pada saat pandemi. Kristen juga menyebutkan memiliki segala informasi untuk masuk ke Indonesia di tengah pandemi Covid-19.

Dia pun menyertakan agen travel yang mereka gunakan untuk ke Indonesia.

ilustrasi

Kementrian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham) saat ini telah mencari keberadaan Kristen Gray dan menyelidiki kasus tersebut.

Indonesia sendiri diketahui sedang tidak menerima WNA untuk berkunjung ke Indonesia. Berdasarkan Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), dijelaskan untuk saat ini Indonesia tidak menerima WNA hingga 25 Januari 2021.

Lalu, bagaimana cara tinggal turis Asing di Bali pada masa pandemi?

Dikutip dari situs resmi Indonesia.go.id, seiring dengan berlakunya masa adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi Covid-19, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menerbitkan Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI nomor 26 tahun 2020 tentang Visa dan Izin Tinggal dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru. Beleid ini dikeluarkan pada 29 September 2020.

Baca juga: Viral Turis Amerika Ajak Bule Ramai-Ramai ke Bali saat Pandemi Covid-19

Visa apa saja saja yang bisa diajukan selama masa adaptasi kebiasaan baru? Visa kunjungan untuk 1 (satu) kali perjalanan (B211) yang diberikan dalam rangka:

Melakukan pekerjaan darurat dan mendesak;

Melakukan pembicaraan bisnis;

Melakukan pembelian barang;

Uji coba keahlian bagi calon tenaga kerja asing;

Tenaga bantuan dan dukungan medis dan pangan; dan

Bergabung dengan alat angkut yang berada di wilayah Indonesia.

Visa tinggal terbatas yang diberikan untuk melakukan kegiatan:

Dalam rangka bekerja; dan/atau

Tidak dalam rangka bekerja.

Visa tinggal terbatas dalam rangka bekerja meliputi:

Sebagai tenaga ahli;

Bergabung untuk bekerja di atas kapal, alat apung, atau instalasi yang beroperasi di wilayah perairan nusantara, laut teritorial, atau landas kontinen, serta zona ekonomi eksklusif Indonesia;

Melakukan pengawasan kualitas barang atau produksi;

Melakukan inspeksi atau audit pada cabang perusahaan di Indonesia;

Melayani purnajual;

Memasang dan mereparasi mesin;

Melakukan pekerjaan nonpermanen dalam rangka konstruksi; dan

Calon tenaga kerja asing yang akan bekerja dalam rangka uji coba keahlian.

Visa tinggal terbatas tidak dalam rangka bekerja meliputi: 

a. Melakukan penanaman modal asing;

b. Penyatuan keluarga; dan

Dalam Permenkumham 26/2020 ini disebutkan fasilitas bebas visa kunjungan dan visa kunjungan saat kedatangan (visa on arrival) ditiadakan selama pandemi Covid-19.

Dalam Permenkumham Nomor HM.HH-01.GR.03.01 tahun 2020 yang diterbitkan Menkumham pada 15 Oktober 2020, pemerintah hanya membuka tujuh bandara internasional untuk perjalanan sifatnya mendesak dan pengangkutan barang.

Ketujuh bandara itu, yakni bandara Kualanamu (Medan), Hang Hadim (Batam), Soekarno-Hatta (Tangerang/Jakarta), Juanda (Surabaya), I Gusti Ngurah Rai (Bali), Hasanuddin (Makassar), dan Sam Ratulangi (Manado).

Yang perlu diperhatikan bagi para WNA pemegang visa dan izin tinggal di Indonesia adalah mengenai ketentuan tinggal lajak (overstay):

A. Orang Asing yang melebihi masa izin tinggal (tidak lebih dari 60 hari) di Indonesia akan dikenakan biaya beban. Denda overstay sebesar Rp1.000.000 per hari per orang.

B. Orang asing yang melebihi masa izin tinggal lebih dari 60 hari di Indonesia akan dikenakan tindakan administrasi keimigrasian (TAK) berupa deportasi dan penangkalan (cekal).

C. Orang asing akan melalui tahapan pemeriksaan lanjutan di ruang wawancara dan membayar biaya overstay (disediakan resi pembayaran) di kantor imigrasi setempat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini