Kunjungan Wisatawan ke Gunungkidul Anjlok Lebih 50 Persen Selama PPKM

Antara, Jurnalis · Selasa 19 Januari 2021 11:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 19 406 2346817 kunjungan-wisatawan-ke-gunungkidul-anjlok-lebih-50-persen-selama-ppkm-mPwLpt0Vxj.JPG Salah satu objek wisata alam di Gunungkidul, DIY (Foto: Antara)

ANGKA kunjungan wisatawan ke Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengalami penurunan signifikan menyusul diberlakukannya Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari 11-25 Januari 2021 karena wisatawan dari luar DIY harus menunjukkan hasil rapid test antigen.

"Semua wisatawan yang masuk ke Gunungkidul tanpa bisa menunjukkan surat keterangan bebas Covid-19 langsung diminta putar balik. Selain itu, bila objek wisata kunjungan wisatawan sudah 50 persen dari kapasitas langsung diminta putar balik. Sehingga kunjungan wisatawan mengalami penurunan signifikan," kata Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono.

Ia mengatakan, data yang masuk, jumlah kunjungan wisatawan dari 4-10 Januari 2021 ke objek wisata yang beretribusi mencapai 70.314 orang. Namun dengan diberlakukannya PPKM dari 11-17 Januari 2021 kunjungan wisatawan hanya sekitar 30.542 orang.

Baca juga: Bantul Hanya Dikunjungi 16.318 Wisatawan Selama PPKM, Turun Hampir 50%

"Penurunan kunjungan wisatawan lebih dari 50 persen. Semoga situasi pandemi Covid-19 ini bisa diatasi, sehingga sektor pariwisata bangkit kembali," tuturnya.

Harry mengatakan, dari data survei yang dilakukan Dispar Gunungkidul pada Oktober 2019 sampai Maret 2020, mayoritas pengunjung berasal dari luar DIY. Adapun lima wilayah terbanyak tertinggi Jawa Tengah 25,5 persen, Jawa Timur 20,14 persen, DIY 16,25 persen, Jawa Barat 11,10 persen, dan DKI Jakarta 8,81 persen.

Ia menambahkan, tak banyak yang berubah dalam pengaturan destinasi wisata. Instruksi pusat dan provinsi tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan selama ini. Selama enam bulan terakhir status masih uji coba terbatas, jadi masih sesuai instruksi.

"Sejak uji coba terbatas diberlakukan, kunjungan tiap destinasi wisata di Gunungkidul dibatasi hanya 50 persen dari kapasitas. Jam operasionalnya juga turut dibatasi," katanya.

Sementara itu, Kepala Dispar Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan, perubahan pada uji coba kali ini adalah hari libur. Jika sebelumnya dilakukan setiap Senin, maka saat ini diubah menjadi setiap Jumat. Hal itu dikarenakan di hari Jumat tingkat kunjungan cenderung lebih sepi.

"Sehingga kontrol petugas dalam mengawasi pengunjung pun jadi lebih mudah. Aturan ini dikecualikan jika pada Jumat tersebut bertepatan dengan hari libur nasional," ucap Asti.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini