Sandiaga Uno dan Ridwan Kamil Ngopi Bareng Bahas Strategi Pengembangan Wisata Jabar

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 19 Januari 2021 16:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 19 406 2347167 sandiaga-uno-dan-ridwan-kamil-ngopi-bareng-bahas-strategi-pengembangan-wisata-jabar-bnVQoWtWZn.jpg Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Menparekraf Sandiaga Uno di Gedung Cipta Pesona, Jakarta (Instagram @sandiuno)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menerima kunjungan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Selasa (19/1/2021).

Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas berbagai strategi untuk mengembangkan potensi wisata Jawa Barat, sebagai upaya pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Tanah Air.

Baca juga:  Sandiaga Uno Ingin Pelaku Seni Rupa Terus Berkarya di Masa Pandemi Covid-19

"Sambil menikmati secangkir kopi yang diracik oleh barista dengan campuran kopi Malabar dan Cikuray, kami membahas strategi dan rencana ke depan, termasuk inovasi, kolaborasi dan adaptasi dalam upaya meningkatkan pariwisata dan ekonomi kreatif khususnya di Jawa Barat," tulis Sandiaga Uno di Instagramnya @sandiuno.

Sandiaga menjelaskan, salah satu potensi yang menjadi perhatian utama mereka adalah pengembangan industri kopi di Jawa Barat. Seperti diketahui, Jawa Barat merupakan salah satu provinsi penghasil kopi terbesar.

Data BPS 2019 menyebutkan, jumlah produksi kopi di Jawa Barat mencapai lebih dari 21 ribu ton per tahun, yang sebagian besar produksi kopinya dihasilkan dari perkebunan rakyat.

 

Ekspor komoditas kopi Provinsi Jawa Barat hingga semester I 2020 sendiri mencapai 160 ton. Variannya pun beragam, bahkan sudah dikenal dunia seperti Kopi Ciwidey, Kopi Palasari, Kopi Samarang, Kopi Gunung Puntang, Kopi Cikuray, Kopi Gunung Halu, Kopi Malabar serta Kopi Papandayan.

Baca juga:  Viral Bule Ajak Pindah ke Bali, Bagaimana Komentar Sandiaga Uno?

Sandiaga Uno dan Ridwan Kamil juga membahas rencana pengembangan pariwisata berbasis budaya, alam dan buatan serta ekonomi kreatif. Potensi tersebut akan dikembangkan menjadi kekuatan regional yang dapat menarik kunjungan wisatawan nusantara.

"Dengan potensi yang sangat besar ini, Kemenparekraf berkomitmen untuk selalu mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Jawa Barat. 62 juta kunjungan wisatawan nusantara setiap tahunnya tentu menjadi potensi besar apalagi di era pasca Covid-19 di mana wisatawan nusantara diyakini sebagai daya tarik utama kebangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, juga penciptaan lapangan kerja untuk masyarakat sekitar," tandasnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini