Taiwan Batalkan Festival Imlek Terbesar karena Kasus Covid-19 Meningkat

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 20 Januari 2021 07:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 19 406 2347280 taiwan-batalkan-festival-imlek-terbesar-karena-kasus-covid-19-meningkat-LNnHSaGJ3N.jpg Festival Imlek di Taiwan (Asia Media International)

PEMERINTAH Taiwan akhirnya membatalkan seluruh rangkaian festival akbar yang rencananya digelar dalam rangka merayakan Tahun Baru China atau Imlek 2572 pada Februari 2021. Hal ini berkaitan dengan meningkatnya angka kasus positif Covid-19 di negara tersebut.

Taiwan yang sebelumnya berhasil menekan penyebaran pandemi Covid-19, melaporkan adanya transmisi domestik terbaru pada awal Desember 2020. Seluruh pasien yang terinfeksi kini tengah mendapatkan perawatan insentif di sebuah rumah sakit di kota Taoyuan.

Baca juga: Pernak-pernik dan Ornamen Imlek Mulai Hiasi Kota Batam

Melansir Reuters, Rabu (20/1/2021), jumlah kasus positif yang berhasil ditracing telah menyentuh angka 868 kasus baru, dengan 7 di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Temuan kasus ini memaksa pemerintah Taiwan untuk membatalkan festival lampion yang semula akan digelar pada Februari nanti, bertepatan dengan momen Tahun Baru Imlek.

Sesuai dengan namanya, festival ini menyuguhkan atraksi lampion dan kembang api yang sangat megah, dan telah menjadi salah satu daya tarik utama Taiwan untuk menggaet wisatawan mancanegara.

"Ini adalah keputusan yang sangat berat, tapi mencegah penyebaran pandemi adalah prioritas utama kami," ujar Menteri Transportasi dan Komunikasi Lin Chia-Lung kepada wartawan.

Baca juga: Pelesir ke Pontianak, Yuk Singgah di 4 Objek Wisata Ini

Pembatalan festival lampion juga dibenarkan oleh Menteri Kesehatan Taiwan, Chen Shih-chung. Ia mengatakan pemerintah pusat telah meminta seluruh vendor dan perusahaan pendukung untuk membatalkan seluruh persiapan acara seiring meningkatnya kasus positif Covid-19 di sejumlah daerah di Taiwan.

"Kami sangat merekomendasikan acara berskala besar harus dibatalkan. Sekarang situasinya masih dapat kami tangani karena proses tracing berjalan dengan lancar," kata Chen.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini