Kristen Gray Ditahan Imigrasi untuk Dideportasi ke Amerika

Miftachul Chusna, Jurnalis · Selasa 19 Januari 2021 21:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 19 406 2347315 kristen-gray-ditahan-imigrasi-untuk-dideportasi-ke-amerika-gNTT2vw6oN.jpg ilustrasi (Okezone)

KRISTEN Gray dinyatakan bersalah oleh Imigrasi atas cuitannya di Twitter yang viral mengajak warga negara asing (WNA) pindah ke Bali di masa pandemi Covid-19. Turis Amerika Serikat itu langsung ditahan untuk dideportasi ke negaranya.

Kristen Gray langsung ditahan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Jimbaran, Bali. Perempuan keturunan Afrika itu dijebloskan ke tahanan usai diperiksa di Kantor Imigrasi Denpasar mulai pukul 10.00 sampai pukul 18.00 Wita.

Baca juga: Kristen Gray Viral, Begini Aturan WNA Tinggal di Bali saat Pandemi Covid-19

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali Jamaruli Manihuruk mengatakan, Gray ditahan sambil menunggu proses deportasi. "Jadwal deportasi masih menunggu penerbangan," ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (19/1/2021) malam.

ilustrasi

Kristen Gray bikin heboh usai membuat postingan di Twitter mengajak warga asing pindah ke Bali masa pandemi Covid-19. Lewat akun @kristentootie, ia menceritakan segala kemudahan tinggal di Bali mulai biaya hidup lebih murah sampai proses mendapatkan visa dengan gampang.

Pasca-cuitannya viral, Gray langsung diburu petugas Imigrasi. Dia pun dibawa ke Kantor Imigrasi dan diperiksa.

"Dari hasil pemeriksaan, WNA dimaksud telah menyebarkan informasi yang dianggap dapat meresahkan masyarakat," kata Jamaruli.

Dari hasil pemeriksaan, Gray dianggap melanggar Pasal 75 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Baca juga: Kristen Gray Diperiksa Imigrasi, Pengacara: di Mana Pelanggarannya?

Pasal itu menyatakan “petugas Imigrasi berwenang melakukan tindakan keimigrasian terhadap orang asing di wilayah Indonesia yang melakukan kegiatan berbahaya dan patut diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umum atau tidak menghormati atau tidak menaati peraturan perundang-undangan”.

Gray juga menyalahgunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberian izin tinggal yang diberikan sehingga dikenakan pelanggaran Pasal 122 huruf a UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini