4 Keseruan Menjelajahi Wisata Malioboro Yogyakarta

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Rabu 20 Januari 2021 05:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 19 549 2347164 4-keseruan-menjelajahi-wisata-malioboro-yogyakarta-7vxdXwmIOP.jpg Wisatawan berpose di Malioboro. (Foto: Instagram @gembel_motret)

JIKA traveler pergi ke Yogyakarta, belum afdol kalau tidak berkunjung ke Jalan Malioboro. Jalan Malioboro yang terletak di pusat kota Yogyakarta ini menjadi ikon andalan yang sarat akan historinya.

Nama Malioboro sendiri kerap menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat dan hadir dalam beberapa versi. Banyak yang meyakini nama Malioboro berasal dari nama orang berkebangsaan Inggris yang datang ke Yogya pada abad ke-19 hingga ada yang meyakini Malioboro berasal dari pengaruh Hindu di Yogyakarta. Tak sedikit pula ada yang menyebut Malioboro berasal dari merk rokok Amerika, Marlboro.

Dikutip Okezone dari KR Jogja, Tim Hannigan, seorang penulis dan jurnalis spesialis Indonesia dan anak benua India dalam bukunya berjudul ‘Raffles dan Invasi Inggris ke Jawa’ menyebut tidak ada satupun sumber orang Inggris pada zaman itu yang mengatakan nama Jalan Malioboro di Yogya berasal dari nama seorang Inggris bernama Duke of Marlborough.

Malioboro lebih memungkinkan berasal dari bahasa Sanskerta ‘Malybhara’ yang berarti ‘dihiasi dengan karangan bunga’ yang merujuk pada para pelayan penyebar bunga saat menyambut Sultan ketika lewat di jalan tersebut.

Sementara, pada buku profil Yogyakarta City of Philosophy terbitan Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut Maliabara (Malioboro) berasal dari kata ‘Malia’ yang berarti ‘Wali’ dan ‘Bara’ berasal dari kata ‘Ngumbara’ atau ‘Mengembara’.

Jadi makna ‘Maliabara’ secara etimologis berarti jadilah wali yang mengembara setelah memilih jalan keutamaan. Hendaknya mengikuti ajaran wali, lalu menyebarkan ajarannya dan menerangi kehidupan manusia.

Baca Juga: 5 Arca Diduga Peninggalan Majapahit Ditemukan di Kediri

Hal ini erat kaitannya dengan garis imajiner sumbu filosofi Kraton Yogyakarta yang secara filosofis memaknai Jalan Malioboro sebagai tahap perjalanan kedua yang harus dilalui manusia.

Selama Anda berada di Malioboro, ada banyak kegiatan seru dan unik yang bisa anda lakukan. Berikut rekomendasi aktivitas yang bisa anda lakukan saat berada di Malioboro yang telah Okezone rangkum dari Instagram @wisatamalioboro, dan laman Indonesia Travel

Berfoto dengan latar belakang Jalan Malioboro

 malioboro

(Instagram buruharianlepas_)

Kegiatan yang bisa anda lakukan saat mengunjungi jalan Malioboro yaitu tentunya berfoto. Terutama jika Anda berasal dari kota yang jauh. Jangan sia-siakan kesempatan untuk mengabadikan momen berfoto di Jalan yang paling terkenal di Yogyakarta ini

Baik siang maupun malam, Malioboro memang penuh pesona. Jika anda berfoto pada malam hari, ada banyak lampu-lampu yang cantik yang akan menerangi dan semakin mempermanis foto anda. Selain Jalan Malioboro, Anda juga bisa berfoto di Titik Nol Kilometer Jogja. Anda akan mendapatkan hasil foto yang cantik dengan latar belakang jalanan serta Tugu BNI dan Kantor Pos Yogyakarta yang masih bergaya kolonial.

 

Belanja oleh-oleh di Malioboro dan Pasar Beringharjo

pasar

“Malioboro dipenuhi dengan toko-toko yang menjual barang-barang antik, dan pedagang kaki lima yang menawarkan souvenir dengan harga terjangkau, jadi Anda pasti akan menemukan sesuatu yang menarik di jalan ini. Jika Anda mencari batik untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh, Malioboro adalah tempat yang tepat untuk Anda," tulis laman resmi Indonesia Travel.

Selain belanja di Jalan Malioboro, Pasar Beringharjo adalah lokasi yang wajib dikunjungi saat Anda berburu souvenir khas Yogyakarta. Seringnya, pengunjung berburu oleh-oleh berupa pakaian, cinderamata, kain batik, serta makanan khas Kota Gudeg untuk dibawa pulang ke kota asal. Saat berbelanja di sini, jangan lupa untuk menawar, ya.

Baca Juga: 4 Minuman Segar Khas Bali Menyehatkan dan Ampuh Lepas Dahaga

Kulineran sambil menikmati malam di Malioboro

Usai berbelanja, tak ada salahnya untuk beristirahat di kawasan Jalan Malioboro. Tempat ini menjadi spot favorit warga lokal untuk menikmati sore sambil mengobrol di bangku jalan yang disediakan secara gratis. Selain itu, Anda juga bisa jajan makanan ringan yang dijual oleh pedagang sekitar.

Di Kawasan Malioboro ada banyak jajanan yang bisa anda coba seperti wedang ronde, Gudeg khas Yogyakarta, Kopi Joss yang unik yang dihidangkan menggunakan gelas ukuran sedang yang mana didalamnya masih terdapat bara arang panas. Selain itu ada juga nasi pecel dan Sate Kere yang harganya sangatlah murah.

“Salah satu kuliner yang kudu dicoba saat liburan ke Malioboro Yogyakarta itu selain gudeg dan bakpia ya kopi jossnya lur! ☕😃” tulis akun Instagram @wisatamalioboro dalam captionnya

Belajar sejarah di Benteng Vredeburg

vredeburg

Benteng peninggalan zaman Belanda yang satu ini dibangun pada 1765 terletak diujung selatan Jalan Malioboro. Berada tepat sebelum KM Nol Yogyakarta, tepat berada di depan Istana Negara.

Bangunan ini difungsikan sebagai museum yang menyimpan benda-benda kuno seperti patung, senjata, dan karya seni lainnya. Di dalam area Museum Anda bisa banyak belajar sejarah dalam wujud diorama-diorama sebagai pengingat peristiwa perjuangan sejarah terdahulu yang terbagi dalam banyak ruangan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini