Terungkap, Ini Bisnis Dijalankan Kristen Gray di Bali

Antara, Jurnalis · Rabu 20 Januari 2021 11:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 20 406 2347544 terungkap-ini-bisnis-dijalankan-kristen-gray-di-bali-6kcGXWvLFC.jpg Kristen Gray (pakai masker) turis asal Amerika Serikat (Istimewa)

DUA orang warga negara asing (WNA) asal Amerika Serikat bernama Kristen Gray dan temannya Saundra Michelle Alexander dikenai sanksi keimigrasian berupa pendeportasian, karena menggunakan visa kunjungan untuk keperluan berbisnis atau bekerja di Bali.

"WNA ini menggunakan visa kunjungan dengan tujuan berlibur di Indonesia. Kemudian, selama ini diduga melakukan kegiatan bisnis melalui penjualan e-book dan pemasangan tarif konsultasi wisata di Pulau Dewata," kata Kepala Kantor Wilayah KemenkumHAM Bali Jamaruli Manihuruk dalam konferensi pers di Denpasar, Selasa 19 Januari malam.

Baca juga: Daftar Pelanggaran Kristen Gray hingga Diusir dari Indonesia

Ia mengatakan bahwa warga negara asing tersebut dapat dikenakan sanksi sesuai pasal 122 huruf a Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

ilustrasi

"Iya gunakan visa kunjungan dan sponsor perorangan sifatnya untuk berlibur ke Indonesia. Cekal-nya enam bulan tidak boleh masuk ke Indonesia," katanya.

Kakanwil Kemenkumham Bali menjelaskan bahwa Kristen Antoinette Gray dalam akun Twitter-nya mengatakan bisa menawarkan ke orang asing untuk pindah ke Indonesia terutama selama pandemi.

Selain itu, ada juga dalam bentuk e-book yang bisa diunduh. Hal tersebut telah dilakukannya selama hampir satu tahun di Bali.

 

"Sudah ada 50 orang yang download e-book tersebut, tujuannya untuk bisnis, dan untuk membuka e-book tersebut dikenakan 30 dolar dan bila ingin konsultasi lagi dikenakan 50 dolar per 45 menit jadi ada unsur bisnis," katanya.

Baca juga:  Kristen Gray: Saya Dideportasi karena LGBT, Saya Tidak Bersalah

Selain itu, Imigrasi Kelas I TPI Denpasar melakukan pendalaman terkait keberadaan e-book tersebut. Kata dia, tercatat ada 50 orang yang sudah mengunduh e-book tersebut.

"Kami belum tahu terkait ada atau tidaknya warga asing lain. Kami tetap melakukan penyelidikan terkait itu. Sedangkan untuk akun media sosialnya sudah diblokir oleh yang bersangkutan dan untuk youtube masih akan ditindaklanjuti," ucapnya.

Diketahui bahwa Kristen Antoinette Gray masuk ke wilayah Indonesia pada tanggal 21 Januari 2020 pukul 23.04:54 Wita melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Selanjutnya Kristen Antoinette Gray melakukan perpanjangan izin tinggal di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar pada Tanggal 22 Desember 2020 yang berlaku sampai dengan 24 Januari 2021.

Sementara itu, Kristen Antoinette Gray mengatakan bahwa dirinya tidak bersalah dan tidak menghasilkan uang (rupiah) di Indonesia.

"Saya tidak bersalah, visa saya tidak overstay, saya tidak mencari uang dalam rupiah di Indonesia, saya berkomentar mengenai LGBT dan saya dideportasi," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini