Hong Kong Perpanjang Larangan Masuk Pengunjung dari Irlandia dan Brasil

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Rabu 20 Januari 2021 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 20 406 2347557 hong-kong-perpanjang-larangan-masuk-pengunjung-dari-irlandia-dan-brasil-nopF6jwqku.JPG Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SEBAGAI antisipasi penularan varian baru virus corona atau Covid-19, Hong Kong akan memperpanjang larangan perjalanan ketat kepada siapapun yang pernah berkunjung ke Brasil dan Irlandia selama 21 hari terakhir.

Seperti diwartakan laman Simple Flying, langkah itu diambil menyusul pemberlakuan larangan pada awal Januari pada penerbangan dari Inggris dan Afrika Selatan untuk menghentikan penyebaran Covid-19 yang lebih ganas memasuki wilayah administratif khusus China.

“Situasi epidemi di seluruh dunia tetap parah, dengan kasus varian virus baru yang lebih menular terdeteksi di semakin banyak tempat,” demikian bunyi pernyataan pemerintah Hong Kong menggambarkan situasi Covid-19 yang 'suram' saat ini di Inggris.

“Situasi di Inggris Raya, tempat varian virus baru pertama kali ditemukan, semakin memburuk dalam dua minggu terakhir. Inggris diisolasi lagi hingga pertengahan Februari, dan prospek dalam jangka pendek suram," tambahnya.

Baca juga: Kanada Cabut Larangan Penerbangan Boeing 737 MAX Mulai 20 Januari 2021

Saat ini, pemerintah Inggris sedang berjuang untuk menahan penyebaran virus dengan tindakan lockdown baru, yang tampaknya mulia membuahkan hasil. Sepekan lalu, Inggris melaporkan dua hari berturut-turut di mana lebih dari 60.000 orang dinyatakan positif Covid-19.

Angka ini terus menurun, dengan kurang dari 40.000 kasus baru dilaporkan pada hari Minggu. Hal ini membuat banyak orang berpendapat bahwa infeksi telah mulai memuncak di sebagian besar negara.

Tak seperti bagian lain Eropa, di mana vaksinasi populasinya dimulai dengan lambat, Inggris telah memvaksinasi 4,2 juta orang. Inggris juga bermaksud untuk mulai memvaksinasi orang sepanjang waktu dalam beberapa minggu mendatang.

Baca juga: Viral Pramugari Angkut Korban Bencana Mamuju, 'Mba Cepetan Takut Gempa Susulan'

Namun, satu kekhawatiran adalah orang-orang mulai berpikir bahwa vaksin adalah obat ajaib untuk semua dan mulai melanggar aturan.

Kelompok Penasihat Ilmiah untuk Keadaan Darurat (SAGE) pemerintah Inggris Raya menyerukan kampanye kesadaran publik yang memberi tahu publik bahwa mereka masih dapat menimbulkan risiko bagi orang lain meskipun mereka telah divaksinasi.

Adapun mengenai Afrika Selatan, layanan kesehatan negara itu sedang berjuang untuk menangani jenis baru virus corona yang telah mendeteksi lebih dari 130 ribu infeksi baru dalam sepekan terakhir. Varian baru dari virus yang disebut 501.V2 itu diyakini lebih mudah menular dan telah ditemukan di 9 provinsi.

Pada saat larangan penerbangan, otoritas Hong Kong membela keputusan mereka dengan mengatakan bahwa larangan penerbangan diberlakukan untuk melindungi orang dari mutasi virus Covid-19 yang bisa lebih mudah menular.

“Pemerintah mengakui bahwa persyaratan di atas sangat ketat dan mungkin memengaruhi perjalanan pulang sejumlah penduduk Hong Kong di Inggris atau Afrika Selatan,” kata seorang juru bicara.

Baca juga: Taiwan Batalkan Festival Imlek Terbesar karena Kasus Covid-19 Meningkat

“Kami tidak dapat melonggarkan batasan yang relevan pada saat ini, jangan sampai upaya anti-epidemi dari seluruh komunitas sia-sia,” tuturnya.

Jumlah orang terinfeksi Covid-19 di Hong Kong kembali melaporkan 107 kasus positif Covid-19 di seluruh kota kemarin. Ini merupakan jumlah kasus tertinggi sejak 109 terdeteksi pada 19 Desember 2020 silam.

Kepala Eksekutif Hongkong, Carrie Lam mengatakan, pusat keuangan Asia akan melihat pembatasan baru untuk membantu memerangi peningkatan infeksi, termasuk larangan orang memasuki negara itu dari zona maerah Covid-19 seperti Irlandia dan Brasil. Hong Kong bahkan melarang warganya untuk pulang dari negara-negara yang ada dalam daftar larangan perjalanan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini