Wisata Bersih Bakal Jadi Tren Pasca-Pandemi Covid-19

Antara, Jurnalis · Kamis 21 Januari 2021 12:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 21 406 2348198 wisata-bersih-bakal-jadi-tren-pasca-pandemi-covid-19-GBZzGChUCx.JPG Danau Beratan di Bedugul, Bali (Foto: Instagram/ler_chek)

WISATA bersih bakal menjadi tren dalam industri pariwisata setelah pandemi Covid-19. Di mana aspek hygiene atau kebersihan akan menjadi perhatian para pelancong.

Hal itu disampaikan Direktur Pengembangan Ekonomi Syariah dan Industri Halal Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Afdhal Aliasar.

"Travellers akan mencari hotel yang mengutamakan aspek hygiene, jadi lebih bersih itu lebih yang dicari," kata Afdhal, dalam diskusi bertajuk "Memicu Lifestyle Halal Menuju Indonesia sebagai Negara Rujukan Pusat Halal Dunia" yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) jelang Hari Pers Nasional (HPN) 2021, Rabu kemarin.

Dirinya memandang bahwa pelancong akan lebih memilih untuk berpergian ke tempat yang tidak jauh dari tempat tinggal atau tempat wisata yang bisa diakses dengan kendaraan pribadi. Sehingga, wisata lokal menjadi lebih menarik minat pelancong.

Baca juga: Corona Mengganas, Disneyland Paris Tutup hingga April 2021

"Travelers lebih mencari kalau pun naik pesawat tapi tidak jauh-jauh itu akan menjadi sangat penting, mereka tidak ingin terlalu jauh untuk terbang karena risiko terkontaminasi dalam pesawat meningkat kalau seandainya penerbangan jarak jauh, panjang, jadi local tourism menjadi perhatian," tuturnya.

Pandemi Covid-19 lanjut Afdhal, juga mendorong preferensi untuk aktivitas outdoor lebih diminati. Jika sebelumnya berwisata yang sifatnya massal banyak dilakukan, kini berwisata lebih dilakukan secara grup kecil.

"Inilah yang tetap menghidupkan pariwisata kita, dan paling tentu, tentu adalah protokol kesehatan, bagaimana hygiene, safety diterapkan dengan baik dalam kegiatan halal traveling," kata dia.

Untuk menjamin keamanan dalam berwisata, Kementerian Pariwisata juga telah mengimbau hotel dan restoran untuk menerapkan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability).

Baca juga: 5 Fakta Menarik Pulau Natal, Letaknya Dekat Indonesia tapi Milik Australia

Hal penting lainnya dalam penerapan protokol kesehatan saat berwisata di tengah pandemi ialah digitalisasi. Pemanfaatan digital oleh para pelaku usaha menurutnya sangat penting, sebab masyarakat kini telah melek digital dan penetrasi internet berkembang saat pandemi.

"Kalau dulu digital itu pilihan, kalau sekarang adalah mandatory (keharusan)," ujarnya.

Gaya Hidup Halal

Terkait gaya hidup halal (halal lifestyle), Afdhal mengatakan, selain digitalisasi, kolaborasi antara hotel, transportasi, hingga makanan, dan keuangan adalah hal penting lainnya.

"Halal lifestyle tidak hanya berbicara kita pergi ke suatu daerah berwisata dan kita tetap menerapkan kegiatan-kegiatan secara halal, tapi juga melakukan transaksi channeling yang ada di dalam Islamic finance, kita usahakan supaya uangnya tidak lagi lari ke dalam ekosistem keuangan konvensional, tetapi lari ke dalam ekosistem keuangan syariah," sebut dia.

"Kalau bicara halal lifestyle akan lari ke mana, akan menuju digital halal lifestyle yang paling konkrit implementasinya ke depan," dia melanjutkan.

Secara lebih luas, ia melihat halal lifestyle di Indonesia berkembang ke sejumlah bidang, mulai dari makanan, media, content creative, pendidikan, kesehatan, tourism, traveling, cosmetics, healthcare, juga digital financing.

Indonesia saat ini sudah menjadi bagian yang penting diperhitungkan oleh dunia berpengaruh terhadap kegiatan moslem traveler di dunia.

"Terakhir di Global Muslim Travel Index kita ranking 1 bersama dengan Malaysia itu 2019, di 2020 belum ada report, tapi data terakhir dari Global Islamic Economy Report spending di muslim travel itu tetap besar," beber Afdhal.

"Karena manusia itu tidak hanya butuh bekerja, tidak hanya butuh berkegiatan, mereka juga butuh kegiatan berwisata, tapi bagaimana itu menyesuaikan perkembangan jaman khususnya pandemi Covid-19," tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini