Menparekraf Sandiaga Uno Dijadwalkan Sambangi Kepri, Berikut Agendanya

Antara, Jurnalis · Kamis 21 Januari 2021 10:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 21 406 2348207 menparekraf-sandiaga-uno-dijadwalkan-sambangi-kepri-berikut-agendanya-YRHYZcUb0N.jpg Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Okezone.com/Heru Haryono)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Uno dijadwalkan menggelar kunjungan kerja guna memantau kondisi pariwisata di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada 22-23 Januari 2021.

"Pak Menpar berada di Kepri selama dua hari. Satu hari di Kota Batam dan satu hari di Kabupaten Bintan," kata Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar, Rabu kemarin.

Sesuai jadwal, kata Buralimar, Menparekraf Sandiaga Uno akan berdialog dengan sejumlah pelaku industri parwisata dan dilanjutkan dengan peninjauan beberapa lokasi wisata seperti kawasan Nongsa di Batam dan Lagoi di Bintan.

"Pak Sandiaga juga dijadwalkan mengunjungi sejumlah pelaku UMKM di dua daerah itu," ujarnya.

Baca juga: Sandiaga Uno dan Ridwan Kamil Ngopi Bareng Bahas Strategi Pengembangan Wisata Jabar

Ia menambahkan, pihaknya bakal menyampaikan kepada Menparekraf bahwa Kepri masuk tiga besar daerah kunjungan utama wisman di Indonesia. Nomor satu Bali, diikuti Kepri, lalu Jakarta.

Dirinya berharap Menparekraf dapat menetapkan lima program pembangunan prioritas wisata di daerah setempat.

Sandiaga Uno

(Foto: Okezone/Heru Haryono)

"Bahkan, Kepri ini masuk skala super prioritas di Indonesia. Jadi, silakan Pak Menteri tentukan program wisata Kepri yang terbaik untuk Kepri," kata Buralimar.

Lebih lanjut, ia akan meyakinkan Menteri Sandiaga Uno bahwa Kepri, khususnya Batam dan Bintan sudah siap dari segi infrastruktur dan sarana prasarana pendukung untuk melaksanakan iven di tengah kondisi pandemi.

"Kepri terutama Nongsa dan Lagou sudah siap menggelar kegiatan dan menerima wisman. Semua sarana dan prasarana telah disiapkan secara matang," ujarnya.

Dirinya pun optimis jika kunjungan Menparekraf ke Kepri dapat memberi angin segar bagi perkembangan industri pariwisata di daerah itu.

Buralimar berujar bahwa sejak pandemi Covid-19 melanda, tingkat kunjungan wisman ke Kepri terjun bebas. Selama ini industri pariwisata daerah ini memang bergantung dengan kedatangan turis asing.

Pemberlakuan larangan masuk wisman ke Kepri menyebabkan industri pariwisata terpuruk. Hal ini memicu pelaku wisata melakukan PHK dan merumahkan karyawannya.

"Dari data kami, ada sekitar 14 ribu pekerja wisata terdampak PHK dan dirumahkan imbas pandemi ini," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini