Asal Usul Nama Malioboro, dari Bahasa Inggris atau Merek Rokok?

Kamis 21 Januari 2021 11:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 21 406 2348262 asal-nama-malioboro-ada-hubunganya-dengan-marlboro-DqDNWPC3Sr.jpg Wisatawan berpose di sekitar Jalan Malioboro. (Foto: Instagram @buruharianlepas_)

JALAN Malioboro menjadi ikon wisata Yogyakarta. Jalan utama ini menyimpan banyak histori yang patut diketahu traveler.

Nama Malioboro sendiri kerap menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat dan hadir dalam beberapa versi. Banyak yang meyakini nama Malioboro berasal dari nama orang berkebangsaan Inggris yang datang ke Yogyakarta pada abad ke-19.

Ada juga yang meyakini bahwa Malioboro berasal dari pengaruh Hindu di Yogyakarta. Tak sedikit pula ada yang menyebut Malioboro berasal dari merek rokok Amerika, Marlboro.

Baca Juga: 4 Keseruan Menjelajahi Wisata Malioboro Yogyakarta

malioboro

(Foto: Instagram febsgaleri)

Dikutip Okezone dari KR Jogja, Tim Hannigan, seorang penulis dan jurnalis spesialis Indonesia dan anak benua India dalam bukunya berjudul ‘Raffles dan Invasi Inggris ke Jawa’ menyebut tidak ada satupun sumber orang Inggris pada zaman itu yang mengatakan nama Jalan Malioboro di Yogya berasal dari nama seorang Inggris bernama Duke of Marlborough.

Malioboro lebih memungkinkan berasal dari bahasa Sanskerta ‘Malybhara’ yang berarti ‘dihiasi dengan karangan bunga’ yang merujuk pada para pelayan penyebar bunga saat menyambut Sultan ketika lewat di jalan tersebut.

Sementara, pada buku profil Yogyakarta City of Philosophy terbitan Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut Maliabara (Malioboro) berasal dari kata ‘Malia’ yang berarti ‘Wali’ dan ‘Bara’ berasal dari kata ‘Ngumbara’ atau ‘Mengembara’.

Baca Juga: Serunya Pilot Kapten Rafi Noor Goyang TikTok Bareng Pramugari

Jadi makna ‘Maliabara’ secara etimologis berarti jadilah wali yang mengembara setelah memilih jalan keutamaan. Hendaknya mengikuti ajaran wali, lalu menyebarkan ajarannya dan menerangi kehidupan manusia.

Hal ini erat kaitannya dengan garis imajiner sumbu filosofi Kraton Yogyakarta yang secara filosofis memaknai Jalan Malioboro sebagai tahap perjalanan kedua yang harus dilalui manusia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini