Kisah Pramugari Laura Lazarus Lolos dari Kecelakaan Pesawat, Bikin Ashanty Tercengang

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Jum'at 22 Januari 2021 01:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 21 406 2348500 kisah-pramugari-laura-lazarus-lolos-dari-kecelakaan-pesawat-bikin-ashanty-tercengang-OikBaqgO6C.jpg Laura Lazarus. (Foto: YouTube The Hermansyah A6)

MANTAN Pramugari Lion Air Laura Lazarus membagikan pengalamannya ketika ia lolos dari kecelakaan maut kecelakaan pesawat. Pengalaman tersebut ia dapatkan ketika ia masih menjadi pramugari tahun 2004.

Laura sempat bercerita dan mengunggah pengalaman pribadinya tersebut ke media sosial kemudian menjadi viral. Setelah viral, Laura pun diundang oleh kanal Youtube The Hermansyah untuk menceritakan cerita mengharukannya tersebut.

Video yang diunggah tanggal 18 Januari 2021 tersebut telah ditonton lebih dari 240.000 penonton. Berikut cerita selengkapnya yang telah Okezone rangkum dari video kanal Youtube The Hermansyah A6.

ashanty

Laura Lazarus menjadi salah satu pramugari yang menjadi korban peristiwa kecelakaan maut yang menimpa pesawat Lion Air 16 tahun lalu. Sempat dinyatakan tewas, Laura kemudian mendapatkan mukjizat dari Tuhan.

Baca Juga: Sudah Dideportasi, Kristen Gray Ngotot Tidak Bersalah

Ia berhasil selamat usai melewati berbagai musibah yang menimpanya. Tak hanya sekali, Laura Lazarus rupanya berhasil dua kali lolos dari maut yang mengancam nyawanya di 2004.

Saat itu Laura masih berusia 19 tahun ketika masih bekerja sebagai seorang pramugari di maskapai penerbangan Lion Air. Pada Juli, pesawat yang ditumpanginya bersama penumpang tergelincir hingga keluar dari landasan di Palembang. Dengan roda depan pesawat terbenam lumpur. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

"Selama aku bertugas satu setengah tahun, dua kali (kecelakaan) dengan pesawat yang sama," kata Laura.

5 bulan setelah kecelakaan yang pertama, dirinya mengalami kecelakaan lagi untuk yang kedua kalinya dengan kasus sama, yakni keluar landasan pada 30 November 2004 di Solo, Jawa Tengah.

“Saat itu cuacanya buruk, selama di atas guncangan dan turbulence itu gede banget, service aja sampe jongkok.” Ungkap Laura

Pada 30 November 2004, pesawat yang dinaiki Laura Lazarus tergelincir dan menghantam pemakaman saat hendak mendarat di Bandara Adi Sumarmo, Solo, Jawa Tengah.

"Pas mau mendarat pesawat itu keluar landasan lagi, nabrak pager, berhentinya di atas kuburan," katanya.

Baca Juga: Serunya Pilot Kapten Rafi Noor Goyang TikTok Bareng Pramugari

Mantan Pramugari Lion Air itu juga mengungkapkan bahwa kejadian itu menewaskan orang yang duduk di sekelilingnya. Akibat kecelakaan tersebut, 26 orang meninggal termasuk teman seprofesi Laura.

"Korbannya sendiri yang meninggal dari depan sampai ke row 10, jadi korban yang meninggal itu orang-orang yang duduk di sekeliling aku," jelas Laura ketika ditanyai oleh Ashanty.

Akibat kecelakaan tersebut, Laura harus menjalani 19 kali operasi untuk mengembalikan bagian-bagian tubuhnya yang cedera dan rusak saat kecelakaan. Hampir 17 tahun berlalu, Laura bahkan masih harus menggunakan alat bantu untuk berjalan.

Ia bercerita bahwa ia harus melakukan operasi hingga belasan kali karena tulang yang awalnya sudah pulih, mengalami keretakan saat Laura sudah mulai aktivitasnya seperti semula.

"Pertama itu 12 kali (operasi) di tahun yang pertama, tiga tahun kemudian 17 kali gitu, terus sisanya emang lumayan agak jauh karena ternyata tulang yang tadinya udah ada (numbuh) retak lagi," sambung Laura.

Dalam operasi yang Laura jalani, bagian tulang Laura yang patah dan rusak harus diimplan dari tulang orang yang sudah meninggal.

"Kalau badan sendiri sih ya, pasti lah, yang namanya kita yang tadinya normal terus (tiba-tiba mengalami kecelakaan), terus tulang yang dipakai kan ini retak lagi, karena tulang yang diimplan dari orang meninggal ditaruh di kaki," papar Laura.

Kecelakaan pesawat itu membuat tubuh Laura benar-benar mengenaskan. Tubuh Laura hancur, bahkan salah satu mata Laura keluar karena tulang pipinya hancur.

"Hancur bunda, ini mata bunda keluar, tulang pipi aku ini mental ini dalemnya," kata Laura.

"Tangan copot, pinggang patah, kaki aku itu patah sedikit tapi betisnya hilang setengah bagian," lanjutnya.

Setelah pulih dari kecelakaan mengenaskan tersebut, Laura banyak mengambil hikmah dari kecelakaan yang menimpanya pada 2004 silam. Dari kecelakaan tersebut, Laura sangat bersyukur karena masih diberi kesempatan hidup oleh Tuhan.

Hal tersebut membuat Laura merasa lebih dekat dengan Tuhan dan ingin menggunakan hidupnya sebaik mungkin dan ingin lebih dekat dengan keluarganya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini