Thailand Pikat Wisatawan dengan Makanan dan Kosmetik dari Ganja

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Jum'at 22 Januari 2021 06:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 21 406 2348640 thailand-pikat-wisatawan-dengan-makanan-dan-kosmetik-dari-ganja-aezHmrfDPf.jpg Suasana malam di Khao San Road, Bangkok, Thailand (Shutterstock)

THAILAND segera meluncurkan wisata mariyuana atau ganja medis. Pemerintah Negeri Gajah Putih berupaya meningkatkan pariwisatanya dengan makanan dan kosmetik berbahan ganja. Diharapkan produk-produk tersebut bisa memikat wisatawan mancanegara.

Kementerian Kesehatan dan Pendidikan Thailand membuat program pelatihan kepada orang-orang untuk membuat makanan dan kosmetik dari ganja.

Baca juga: Daftar Pelanggaran Kristen Gray hingga Diusir dari Indonesia

Melansir Hindustan Times, Jumat (22/1/2021), Thailand segera memperkenalkan kurikulum untuk mempromosikan penggunaan ganja dalam makanan dan kosmetik. Negara itu buntuk mengatasi gelombang permintaan ganja yang terus meningkat untuk memikat turis asing.

Rabu lalu, Kementerian Kesehatan dan Pendidikan menandatangani kesepakatan untuk membuat modul yang akan memberikan pelatihan resep dan metode untuk menghasilkan makanan dan produk dari mariyuana.

Kursus awalnya akan ditawarkan di lembaga pendidikan di daerah dengan usaha masyarakat diizinkan untuk menanam tanaman, kata kementerian kesehatan dalam sebuah pernyataan.

Thailand jadi negara pertama di Asia yang melegalkan ganja untuk medis pada 2019, telah lebih jauh mengurangi penggunaannya dalam tekstil, kosmetik herbal, dan produk makanan.

Baca juga: 5 Fakta Menarik Pulau Natal, Letaknya Dekat Indonesia tapi Milik Australia

Menteri Kesehatan Thailand Anutin Charnvirakul mengatakan penggunaan tanaman ganja yang lebih luas dapat memperkuat industri pertanian dan pariwisata Thailand yang terpukul keras oleh pembatasan pandemi Covid-19.

“Kurikulum mariyuana akan dirancang untuk memenuhi permintaan pasar, legal, modern, aman dan bermanfaat bagi kesehatan dan ekonomi,” kata Anutin.

Anutin menambahkan, “sup herbal pedas berbahan dasar ganja, daging tumis kemangi, serta menu makanan penutup seperti cookies dan sorbet berpotensi menumbuhkan industri." 

“Begitu negara dibuka, ini akan menjadi menu baru yang wajib dicoba semua orang,” lanjutnya.

ilustrasi

Meningkatnya infeksi Covid-19 sejak pertengahan Desember 2020 dan persyaratan karantina yang ketat telah menjauhkan wisatawan asing dari negara yang populer dengan pantai dan situs budayanya tersebut.

Sementara Thailand mencari keuntungan dari popularitas ganja di kalangan wisatawan, penggunaan rekreasi tetap dilarang. Mereka yang kedapatan dalam kepemilikan dan perdagangan dapat dihukum dengan hukuman penjara yang lama dan denda yang besar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini