Bule Rusia Dideportasi, Niluh Djelantik: Di Mana Bumi Dipijak, Di Sana Langit Dijunjung

Salsabila Jihan, Jurnalis · Minggu 24 Januari 2021 03:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 23 406 2349681 bule-rusia-dideportasi-niluh-djelantik-di-mana-bumi-dipijak-di-sana-langit-dijunjung-1Hm2TdnezX.jpg Turis viral yang buang motor di laut Bali. (Foto: Instagram)

TURIS asal Rusia sempat viral karena buang motor di laut Bali dan membuat geger netizen, kabarnya akan segera dideportasi. Hal itu diungkapkan oleh Niluh Djelantik di laman Instagram pribadinya.

Ya, video viral itu memperlihatkan sepasang turis asal Rusia yang terjun ke laut Bali dengan motor yang dikendarainya. Dua turis asing tersebut bernama Sergey Kosenko dan Alina Oshutinskaya.

Sementara itu, desainer ternama sekaligus seorang politisi asal Bali ini sempat angkat suara. Niluh Djelantik juga terus mengawal kasus ini hingga tuntas.

 Turis

Belum lama ini, muncul kabar terbaru dari kelanjutan kasus Sergey Kosenko yang diunggah oleh Mbok Niluh. Kabarnya, turis Rusia itu menerima undangan pertemuan yang diajukan oleh Niluh Djelantik terkait aksi nekatnya itu.

Melalui video singkat yang diunggah Niluh Djelantik pada 18 Januari 2021, Sergey Kosenko meminta maaf kepada masyarakat Bali dan Indonesia atas kesalahannya yang sengaja membuang motor ke laut dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.

"Kami juga mengingatkan bahwa dia harus mentaati aturan pemerintah terkait izin tinggal, izin usaha atau kerja dan kewajiban perpajakan untuk revenue perusahaan atau pribadi sesuai peraturan yang berlaku," tulis Niluh Djelantik dalam keterangan unggahannya tersebut.

Ia melanjutkan bahwa pihak imigrasi Bali akan tetap melakukan deportasi terhadap Sergey dan akan dilaksanakan dalam beberapa hari ke depan.

"Postingan ini sekaligus menyampaikan pesan bahwa kami orang Indonesia dan khususnya Bali sama sekali tidak mempunyai masalah ataupun bermaksud mengecilkan arti WNA," lanjut Ni Luh Djelantik,

"Di mana bumi dipijak di sana langit kita junjung," sambungnya.

Desainer kondang tersebut juga menjelaskan, jika WNA menghormati bangsa Indonesia dan menaati peraturan yang berlaku maka pintu akan dibuka, namun sebaliknya. Jika melanggar aturan, menyalahgunakan izin tinggal, izin berusaha atau izin bekerja maka pihak berwajib terkait tidak segan-segan akan menerapkan sanksi tegas.

Diunggahan lainnya yang dibagikan pada 19 Januari 2021, ia juga menuliskan sebuah keterangan yang cukup panjang. Niluh juga telah menerima permintaan maaf yang dilontarkan oleh Sergey.

"Maaf diterima.

Deportasi jalan terus.

Deportasi atas nama Sergey Kosenko dilaksanakan dalam 3-4 hari ini."

Ia menambahkan, "Sudah menjadi risiko bagian yang dibenci bahkan dikatai fasis Hitler. Seolah-olah Niluh Djelantik membuat Bali sepi.

Tidak apa-apa. Semua hujatan kuterima dengan hati terbuka. Dan nantinya juga akan mendewasakan kalian," katanya.

"Martabat tanah kelahiran kita jaga bersama. Karena hanya ini yang kita punya. Menggantungkan pemasukan dari pariwisata adalah hal yang wajar, kita berjuang bersama-sama. Di saat yang sama sudah saatnya memfilter agar quality tourism bisa kita jaga," sebutnya.

Niluh kembali menuliskan bahwa bangsa Indonesia telah mendunia sebagai tujuan wisata yang ramah dan nyaman. Ia juga mempersilahkan untuk datang, berlibur, dan tinggal di sini, serta nikmati alam dan keramahtamahan masyarakat Indonesia.

"Tapi jika kalian melanggar aturan, masyarakat tak segan akan bersuara. Dan pihak yang berwenang akan menindak kalian," ujar dia.

"Terimakasih kesayangan.

Jaga kesehatan. Jaga semangat," tutup Niluh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini